Kepada pengunjung blog ini yang ingin berpartisipasi menyumbangkan puisi, cerpen, foto, artikel, carita pondok dan sajak Sunda dipersilahkan di sini. Trim,s
—————————-
SEJUKNYA KUNINGAN PAGI HARI
Karya : Nenen Gunadi
(Puisi Ini didedikasikan buat warga Kuningan Jawa Barat, semoga Kuningan tambah Hijau, Damai dan Asri).
Gunung tinggi berkabut putih
Sawah, kebun menghijau luas
Langit biru dihiasi awan cerah
Disejuknya Kuningan pagi hari
Lagu bidadari mojang sayap putih
Kebaya kuning bergaya seksi
Melenggang elok, bibir tersenyum
Disejuknya Kuningan pagi hari
Air danau sejuk, air hangat cipanas
Gemercik air sungai berdendang
Embun jatuh ke daun yang menari
Disejuknya kuningan pagi hari
Anak-anak, dewasa, orang tua
Merasa nyaman melagu cinta
Kedamaian hati merekah hangat
Disejuknya kuningan pagi hari
Catatan lemburkuring2007 : Nenen Gunadi adalah pituin urang Kuningan yang sekarang ini sedang bertugas di Canada. Selain senang menulis puisi, dia juga sangat cinta terhadap lingkungan termasuk penyayang terhadap binatang dan tumbuhan.
————————————-
Ema
Kintunan :Tarso Subandi
Ema…..
geuning tingtrim teh teu pasini
cangcaya sakapeung atra
sigana
mung lembur nu baris jadi paniis
mung hanjakal Ema,
abdimah narah mulang ka Nusantara
embung balik ka NKRI
da hayang teh
mulang ka Pasundan
ka Parahyangan
seja mulang pedah tibelat ka “Rumingkang”
seja bakti ka pancaniti jeung lemah cai
hayang geura bruk-brak beja
cacarita rendaan cara lalaki langit lalanang jagat
Jaya Perkosa
kantos abdi tumaros
naha hanjuang beureum masih anteb
na tatapakan kuningan asri
nu bakal kasampeur di hareup
Ema,
mun enya teh abdi mulang
hayang dipapag ku jatining asri
ku seungitna kaemasan ki Sunda
Catetan lemburkuring2007 : Tarso Subandi teh singhoreng urang Desa Kananga Kacamatan Cimahi Kabupaten Kuningan. Kiwari inyana mancen di Media Promosi & Informasi Cibubur Jakarta.
6 Juli 2007 pukul 4:38 pm |
Pada siapakah aku harus bercerita
Tentang keluh kesah yang bergemuruh
Haruskah pada pekatnya malam
Pada bintang – bintang yang mulai redup
Tuhan
Jika aku boleh memohon
Kirim aku mahlukmu
Yang bisa kujadikan bertumpah resah
Menghancurkan gundah dalam kalbu
Hingga tak ada lagi penat mengganjal
Karena aku hanya manusia biasa
Yang tak kuat menahan gejolak
Aku takut tak kuat menahan diri
Sampai berbuat nekat
Bunuh diri
17 Nopémber 2009 pukul 6:17 pm |
BUAT ISTRIKU
Petang ini aku tidak bisa segera pulang. Banyak tugas-tugas yang belum tuntas harus digegas. Petang menjelang, sms-mu datang, menanyakan kapan pulang?
Hmm …mungkin aku baru bisa pulang malam. Mungkin nanti anak-anak sudah tidur, si kecil yang lucu hari ini tidak bergantung dikakiku ketika pulang. Karena ia telah lelap dalam tidurnya.
Istriku …
Aku tahu, betapa berat tugas dan tanggung jawabmu dirumah. Pekerjaanmu padat dan berat.
Memasak
Mencuci
Menyapu
Mengurus urusan rumahtangga.
Letih dan lelah demi semua.
Menyusui dan mendidik anak-anak.
Menjaga amanah dan kesetiaan ketika suami tidak ada.
Tidak diperintahkan sholat jum’at.
Tidak pula diwajibkan sholat jama’ah ke mesjid.
Tidak wajib atasnya jihad dengan senjata.
Namun begitu istriku, bergembiralah karena engkau tetap mendapatkan pahala seperti kaum pria.
Kok bisa?
Dengarkan jawabannya dari seorang utusan wanita “Asma’ binti Yazid Al-Anshoriyyah yang mendatangi Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama ketika beliau sedang duduk bersama sahabat-sahabat.
Asma binti Yazid Al-Ashoriyyah, “Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, sesungguhnya aku adalah utusan para wanita kepadamu, dan aku tahu – jiwaku sebagai tebusanmu – bahwasanya tidak seorangpun dari wanita baik di timur ataupun di barat yang mendengar kepergianku untuk menemui ini ataupun tidak mendengarnya melainkan ia sependapat denganku.
Sesungguhnya Allah mengutusmu dengan kebenaran kepada laki-laki dan wanita. Maka kami beriman kepadamu dan kepada iIlah-mu yang telah mengutus.
Dan sesungguhnya kami para wanita terbatas (geraknya); menjadi penjaga rumah-rumah kalian, tempat kalian menunaikan syahwat kalian dan yang mengandung anak-anak kalian.
Sementara kalian para laki-laki dilebihkan atas kami dengan sholat jum’at, jama’ah, menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah, menunaikan haji berkali-kali, dan yang lebih baik dari itu berjihad di jalan Allah. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian apabila ia keluar haji atau umroh atau berjihad, kami yang menjaga harta kalian, menenunkan pakaian kalian, dan kami pula yang mendidik anak-anak kalian. Maka apakah kami mendapatkan pahala seperti kalian wahai Rasulullah?
Maka Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama menoleh kepada para sahabatnya, kemudian beliau berkata, “Apakah kalian pernah mendengar perkataan wanita yang lebih baik dari pertanyaannya dalam urusan agamanya ini? Mereka menjawab, “WaHai Rasulullah, kami tidak mengira bahwa seorang wanita bisa paham seperti ini.
Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama menoleh kepadanya kemudian berkata kepadanya, “Pulanglah wahai wanita dan beritahukanlah kepada orang-orang wanita-wanita dibelakangmu bahwasanya baiknya pengabdian salah seorang dari kalian kepada suaminya dan mengharapkan ridhonya, serta mengikuti keinginannya menandingi itu semua”.
Maka wanita itu pulang seraya bertahlil, bertakbir dengan gembira”.(Diriwayatkan oleh Al-Baihaqy dalam Syu’abil Iman).
Istriku …
Jika seorang wanita memahami ibadah dengan sempit, hanya sebatas ruku’ dan sujud saja, ia akan kehilangan pahala yang besar, karena ia akan menganggap pekerjaan dirumah, berkhidmat kepada suami, bergaul dengannya dengan baik, mendidik anak-anak semua itu tidak termasuk ibadah. Ini jelas salah dalam memahami ibadah.
Ibadah sebagaimana dijelaskan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah suatu penamaan untuk setiap sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah dari perkataan dan perbuatan yang batin maupun zhohir.
Sholat, zakat, puasa, haji, berkata jujur, menunaikan amanah, berbakti kepada orangtua, shilaturrahim, menepati janji, menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, jihad melawan orang kafir dan munafiqin, berbuat baik kepada tetangga anak yatim orang miskin ibnus sabil dan hewan, berdo’a, berzikir, membaca Al Quran dan semisalnya termasuk ibadah. Begitu juga mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut kepada Allah, bertaubat kepada-Nya dan mengikhlaskan agama hanya untuk-Nya semata, bersabar terhadap keputusan-Nya, mensyukuri nikmat-Nya dan ridho terhadap qodho-Nya, tawakkal kepada-Nya, mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya semua itu termasuk ibadah kepada Allah.
Jadi ibadatullah adalah tujuan yang dicintai dan diridhoi-Nya yang karenanya Ia menciptakan makhluk sebagaimana firman-Nya,
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka mengibadati-Ku”.
Engkau istriku .. senantiasa dalam ibadah ketika berkhidmat kepada suamimu dan anak-anakmu selama engkau mengharapkan ridhonya dan berbuat baik dalam bergaul dengannya.
Selamat untukmu istriku!!
Engkau berhak mendapatkan pahala di dalam rumahmu jika :
- Ikhlas dan mengharapkan pahala dari Allah.
- Memperbaiki niat.
Terakhir .. semoga Allah senantiasa menjagamu dan menjaga rumah tangga kita dalam naungan ridho Illahi dan cinta-Nya, amin.
6 Juli 2007 pukul 7:44 pm |
Hatur nuhun kang Zoen…
7 Juli 2007 pukul 3:11 am |
Hatur Nuhun ka Kang Tarso, hatur nuhun kanggo teh Nenen Gunadi.
9 Juli 2007 pukul 4:01 pm |
kang zoen..punten,upami bade kirim photo ka ieu blog
kumahanya cara na? kaleresan abdi gaduh photo tangkuban parahu nu aya dikuningan tea..
9 Juli 2007 pukul 5:43 pm |
Kintunkeun wae kana mail :lemburkuring2007@yahoo.com supados ke diatur-diatur posisina Kang! Upami tiasa mah, ukuranana ulah kirang ti 100 kb, 150 kb minimalna supados pami diedit henteu peupeus nuhun kang, perhatosanana. Bilih aya urag Kuningan, nu caket sareng akang diantos kituh di lemburkuring. (Promosi yeuh).
9 Juli 2007 pukul 6:00 pm |
Kanggo Kang Tarso di Jakarta, Teh Nenen di Canada, hatur nuhun kintunan seratanana. Diantos salajengna ka nu sanesna. Karya Tulis nu dikintunkeun ka ieu blog disiarkeun deui ku Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Kuningan, nu nelah Radio Buana Asri, janten sanaos internet teu acan dugi ka Desa Kananga Cimahi, tangtos kawakilan ngalangkungan jomantara.
Aya pesen kanggo ka dulur nu aya di lembur, kantun nyerat wae dina kaca Surat Keur ka Lembur. Ayeuna mah bade dikana kaca luhurkeun supados gampil milarianana. Sok ah urang Kuningan di mana wae, tong asa-asa ramekeun di lemburkuring. Diobral wae, peah tos tunduh, bade beberes yeuh kantun dua deui dimurajkeun wae pedah ka baraya.
Dulur-dulurna wae disina nyetel Radio Buana ASRI, da teu bireuk deui di Tatar Kuningan mah.
10 Juli 2007 pukul 12:51 pm |
Puisi ini untuk mengenang TASBIROH, ibu muda dari Tanggerang yang akhirnya meninggal dunia karena dibakar suaminya sendiri, rasa simpati saya buat keluarga Tasbiroh dimanapun kalian berada, semoga sipelaku diberi hukuman yang seberat-beratnya atas perbuatan sadisnya.
Pesan saya kepada seluruh kaum wanita jangan gentar menghadapi beratnya hidup, kalau saat ini ada diantara kalian yang dalam penyiksaan suami, pacar, teman dekat, jangan takut dan ragu saat ini juga segera lapor keinstansi yang berwenang, atau segera hubungi kerabat, teman yang terpercaya.
WANITA KITA ADALAH KUAT (Kuat mental, pemberani dan cerdas).
T A S B I R O H
Kepolosanmu tidak mampu menandingi angkuhnya amarah
Buku hidupmu telah mencoretkan hari-harimu dalam derita
Paras lugumu melukiskan lembutnya hatimu yang tak terucap
Rasa salahku karena akupun tak mampu untuk menolongmu
Kurangkai puisiku ini untuk mengenangmu dan rasa simpatiku
Engkau menggambarkan cerita pilu seorang istri dari Tanggerang
Tak terfikir olehmu hari Sabtu, 5 Mei 2007 hari bencana tragismu
Lalu engkaupun terbaring dengan badan penuh luka bakar parah
Tanpa daya engkau menahan rasa sakit, kulit halusmu terluka
Mulai dari kakimu, tanganmu, dadamu hingga lehermu terbakar
Hari tragismu berawal ketika suami gilamu ingin memadu kasih
Ingin melampiaskan rasa konaknya dan birahi emosinya yang buta
Tanpa rasa iba padamu yang masih dalam keadaan sakit dan lelah
Setelah kau menjadi pahlawan bagi bayimu yang kau lahirkan
Pengorbananmu akan mengharum sepanjang jaman bagi anakmu
Laki-laki yang kau nikahi yang katanya baru pulang dari mengaji
Telah menjadi gila, dia memaksamu kembali tuk memadu kasih
Ketika kau menolaknya karena sakit, diapun geram mendendam
Dan kaupun terlelah terkantuk lalu kaupun tertidur dekat bayimu
Ingin terbaring bahagia disamping mutiaramu dan masa depanmu
Belum sempat kau menikmati tidurmu, tercium bau minyak tanah
Ketika kau tersadar ternyata bau itu berasal dari bajumu sendiri
Suami gilamu membakarmu, berkobarlah simerah panas ditubuhmu
Engkaupun panik menjerit-jerit ingin lolos dari kobaran api durjana
Tak kuasa panasnya api melilit tubuhmu dan engkaupun takluk
Dalam luka parahmu, engkau masih merindu bayi terkasihmu dirumah
Dalam tak berdayamu, engkau masih ingin memberi makan bayimu
Kaupun mulai menangis tak kuasa menahan rasa sakit yang tiadak tara
Dua pekan kau dirawat dengan harapan dapat kembali membelai bayimu
Menggendong bayimu,mencium sayang dan meninabobokan buah hatimu
Namun kau semakin melemah dan terus melemah, sampai harimu tiba
Cahaya suci telah menjemputmu kealamnya, dan engkaupun pergi jauh
Meninggalkan bayi mungilmu, terbang melayang jauh tak akan kembali
Melintasi pelangi nirwana, bebas melayang damai melepaskan deritamu
Selamat jalan Tasbiroh, temukan bahagiamu dialam kekal nan abadi.
10 Juli 2007 pukul 2:07 pm |
Stop Kekerasan rumah tangga…! Terima Kasih bkiriman puisinya.
10 Juli 2007 pukul 2:09 pm |
Stop Kekerasan rumah tangga…! Terima Kasih kiriman puisinya.
12 Juli 2007 pukul 10:15 am |
Buat eti, sebenarnya kita gak saling kenal cuma sring papasan, katanya dia orang kuningan tp gak tau alamatnya, I never saw her again.
warna rindu kian kikis
warna kelabu namun tipis
terhapus air mata
terkikis waktu
zaman lama berganti
Ingin waktu diam berhenti
bumi kembali
terurai bebas di buana
terulang…..
memulai……
kau dan aku satu…
Di tanah impian.
————————-
Aku mencari waktu dimana
kita adalah kemungkinan
Aku mencari dunia dimana
kita adalah impian
Menjadi satu bukanlah hal
yang muskil
buat yg punya blog ini, thanks. Membaca semua tentang kuningan mengobati sedikit kerinduan pada neng geulis (eti).
nb: sori klo nulis geulisnya salah, bukan orang sunda soalnya but I become Love Kuningan because of her
13 Juli 2007 pukul 10:00 pm |
Walah mani karunya eta kang Logan… lagi in love sama neng Kuningan.
Terus terang aku sekarang lagi rada demam/flu (hareeng) males ngetik, tapi pas baca puisimu jadi ingin nimbrung biarpun lagi puyeng….
Kalau ketemu lagi langsung aja tanya no. hp dan email address dia.
Membaca puisi kamu, eh…. ujug-ujug tanganku juga langsung ngetik puisi (buat kamu):
DIKAU JAUH DARI DAKU
Ini daku datang di kota Kuda Kuningan
Dikau sangat jauh dari daku
Dimana dikau ketika senja hari menyapa
Dikau sangat jauh dari daku
Saat ini daku butuh tuk bercerita tentang cinta
Dikau sangat jauh dari daku
Disaat ini daku lelah tidur dengan telephone
Dikau sangat jauh dari daku
Merindu daku ingin ada dalam buaianmu
Dikau sangat jauh dari daku
Menghayal daku tidur indah dalam pangkuanmu
Dikau sangat jauh dari daku
Jemari tangan ini lelah tuk mengukir kata asmara
Dikau sangat jauh dari daku
Mataku ini sedang menggambarkan utuh wajahmu
Dikau sangat jauh dari daku
Salam kenal,
Nn
14 Juli 2007 pukul 6:15 am |
Salam Kenal juga buat mbak eh ibu (bingung manggilnya) nenendiantiny, makasih banyak buat puisinya, jd ngebayangin seandainya neng geulis(eti) yang nulis, sebenarnya masih byk puisi buat dia,ini tahun keempat setelah dia pergi,nanti diantaranya di tulis lgi sini klo yg punya blog gak keberatan. semua gambaran kuningan menggambarkan dirinya.
16 Juli 2007 pukul 8:29 am |
Artikel ini berasal dari Pikiran Rakyat,barangkali saja blm pernah di muat di blog ini, semoga bermanfa’at.
Dr (HC) Drs. H. Mashud Wisnusaputra
Jadikan Pertanian Sentral Pembangunan
SEORANG kakek memberi wejangan dan warning kepada cucu pertamanya, “Landasan moral untuk motivasi amal, adalah tanpa pamrih, tanpa disertai kepentingan-kepentingan lain, terlebih tanpa diselipkan kepentingan pribadi. Kalau berniat membantu orang, bantulah seperti kata pepatah Sunda, nganteur ludeung kanu keueung, nulungan kanu keur butuh.
Wejangan bermuatan filosofis tersebut, bagi sang cucu akhirnya dirasakan sebagai garda moral yang tangguh dalam menghadapi berbagai godaan hidup. Salah satu contoh, tatkala virus korupsi meracuni pa0ra birokrat sejak zaman baheula. Sang cucu yang diberi nama Mashud Wisnusaputra bagai memiliki imunitas, dia tak terkena imbas korupsi. Justru yang membuat mantan pejabat negara itu prihatin adalah, dewasa ini makin banyak ulama dan pemuka agama menyuarakan pesan-pesan moral. Namun secara kasat mata kebobrokan juga kian merajalela.
Sosok Mashud Wisnusaputra, yang lahir pada 16 Desember 1923, di sebuah desa kecil bernama Windusengkahan, Kabupaten Kuningan, adalah seorang pituin atau kelahiran asli Kuningan. Ia merupakan cucu pertama Kuwu Windusengkahan, yang sejak bocah telah mendapatkan gemblengan moral dari sang kakek. Mashud yang semasa kecil bercita-cita menjadi polisi – -cita-cita yang berbeda dengan kemauan sang kakek yang menginginkannya menjadi Wedana– akhirnya menapak jalur karier yang sama sekali bukan impiannya. Dia masuk ke dunia pertanian dan mencapai puncak dengan jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Pertanian.
Persoalan moral yang kini menjadi semacam barang langka tersebut, mendapat tempat pertama dalam perbincangan Mashud dengan “PR”, di Solo. Kala itu, dia baru saja menerima gelar doktor kehormatan atau doktor honoris causa dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Sebuah gelar kehormatan akademik yang dia terima di usianya yang uzur, karena pertimbangan karya-karya besar dan moral pengabdiannya yang tanpa pamrih tersebut.
Di antara sederet karya dan pengabdiannya, Mashud Wisnusaputra tercatat memiliki andil besar di sektor pertanian. Pituin Kuningan itu termasuk salah seorang konseptor tercapainya swasembada pangan beras pada tahun 1984. Ia juga memiliki gagasan maju dalam menjabarkan konsep pembangunan pertanian berkelanjutan. Bahkan, melalui pengabdiannya Mashud berhasil membina keutuhan birokrasi sektor pertanian melalui pendekatan keamanan dan kesejahteraan.
Sewaktu di Indonesia terjadi reformasi organisasi pertanian untuk peningkatan produksi pangan di tahun 1969, Mashud Wisnusaputra menyodorkan gagasan pembentukan organisasi Badan Pengendali Bimas. Hasilnya, pada tahun 1984 Indonesia mendapat pengakuan FAO sebagai negara yang berswasembada pangan.
Meskipun Mashud Wisnusaputra telah menjadi aset bangsa dengan karya besar di tataran nasional, sebagai insan pituin Kuningan dia tetap merasa terikat dengan daerah asal. Terlebih setelah tidak lagi menduduki jabatan di pemerintahan, bantuan dan pengabdian Mashud semakin banyak mengalir ke Bumi Kuningan. Hal itu sejalan dengan kerinduannya membangkitkan daerah asal dengan konsep “bebetah” di rumah dan tema “mendesakan kota dan mengotakan desa”.
“Tidak perlu ditutup-tutupi. Ada rasa kewajiban dan tanggung jawab untuk membawa kemajuan daerah. Lembur matuh dayeuh maneuh, banjar karang pamidangan.” Tutur Mashud bernada lembut sambil berperibahasa.
Di Kabupaten Kuningan, Mashud Wisnusaputra yang dikukuhkan sebagai sesepuh pembangunan berdasarkan Perda Kabupaten Kuningan tahun 1987, banyak berperan dalam membawa kemajuan daerah asalnya. Nama Mashud Wisnusaputra tampak menghias beberapa tempat di Kota Kabupaten Kuningan, semisal gedung serbaguna di kompleks Kodim, di stadion yang cukup megah, di ruang kuliah Perguruan Tinggi Islam Desa Cigugur, di gedung olah raga Universitas Siliwangi, di masjid Pondok Pesantren Ar Risalah dan masih banyak lagi pengabdiannya yang lain.
Di bidang olahraga, Mashud memiliki gagasan cemerlang dalam pembinaan sepakbola melalui konsep yang dinamakan “Gala Desa”. Konsep itu berawal dari pembinaan tiga desa “bersaudara”, yakni Desa Windusengkahan, Winduhaji dan Karangtawang. Pada tahun 1985, pembinaan tersebut berkembang ke seluruh desa di Kabupaten Kuningan dengan kompetisi “Gala Desa” yang diikuti 350-an desa se Kabupaten Kuningan.
Sedangkan di persepakbolaan nasional, Mashud pernah tercatat sebagai pembina dan sponsor klub Bandung Raya saat muncul sebagai juara Liga Indonesia. Sayang, klub tersebut akhirnya bubar atas permintaan Gubernur Nuriana, yang menghendaki agar di Bandung hanya ada satu klub Persib.
**
PERJALANAN karier Mashud Wisnusaputra yang sangat panjang, sebenarnya berawal dari lingkungan militer. Sejak tahun 1945 sampai sekira tahun 1968, Mashud yang pertama kali bertugas sebagai Kepala Unit Tugas Khusus Batalyon I Birgade V Divisi Siliwangi, bagian intendans, terus berkutat di bidang pertahanan dan keamanan (Hankam). Selepas sebagai Kepala Staf Daerah Gerilya III Subwehrkreis II (Cirebon Barat) pada periode Clash II, Mashud menjadi Staf Keamanan Pusat Kabinet.
Sepeninggal dari barak militer, Mashud beberapa kali masuk pendidikan intelijen di dalam negeri, menjadi instruktur intelijen, beberapa kali mengikuti pendidikan militer dan intelijen di AS dan malang-melintang di Dephankam. Pada Mei 1968 Mashud mengakhiri karier di Hankam dengan jabatan terakhir Direktur Strategi Sosial Politik Staf Hankam. Terhitung mulai 28 Juni 1968, Mashud memulai babak baru kariernya sebagai Sekjen Departemen Pertanian, yang dilakoni sampai 17 Mei 1973. Sejak itu Mashud duduk sebagai Staf Ahli Mentan dan pensiun pada 24 Oktober 1979. Dalam menempatkan diri sebagai “orang pertanian”, Mashud Wisnusaputra tampak memiliki pemahaman mendalam tentang seluk-beluk sektor yang digelutinya. Simak saja penuturannya berikut ini.
Bagaimana pandangan Anda tentang sektor pertanian dewasa ini?
Sektor pertanian dalam arti luas sesungguhnya dapat digerakkan menjadi “penyelamat” perekonomian negara kita yang terus terpuruk. Potensi pertanian kita, pada kenyataannya belum tergarap secara maksimal. Padahal, sektor ini masih memiliki opportunities untuk menghasilkan produk pertanian yang mencukupi kebutuhan 300 – 350 juta jiwa penduduk domestik. Bahkan hasil pertanian dapat menghasilkan devisa ekspor serta membantu bangsa lain akan kebutuhan produk-produk pertanian. Lahan garapan di darat dan perairan kita yang belum dijamah secara optimum juga masih cukup luas.
Apa indikator pentingnya sektor pertanian di suatu negara?
Tidak ada satu bangsa pun di dunia ini yang mampu survive tanpa tersedianya produk pertanian. Semua kegiatan bisa ditunda, kecuali bernafas dan makan. Bahkan, salah satu syarat kedaulatan bangsa, apabila bangsa itu berdaulat akan pangan. Di Indonesia, kegiatan pertanian terdapat di mana-mana, sampai ke pelosok terpencil sekali pun. Kira-kira 60 % dari jumlah penduduk, nyatanya masih harus mencari nafkah di bidang pertanian.
Namun dalam kenyataan pembangunan sektor pertanian di Indonesia terseok-seok. Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Pertanyaannya adalah, bagaimana jalan keluar mengatasi masalah yang sudah sangat kritis, sebelum kita lebih terpuruk dan kesulitan mengatasinya kembali? Saya berpendapat dan menyarankan, remidi atau obat yang paling mujarab ialah menjadikan kembali sektor pertanian sebagai titik sentral pembangunan perekonomian kita. Pertanian justru harus memimpin, menjadi pemain utama pembangunan ekonomi. Bukan hanya menjadikan pertanian sekadar sebagai supporting unit seperti sekarang ini.
Sewaktu menjadi Sekjen Deptan, apa yang Anda lakukan untuk mengangkat peran sektor pertanian?
Pada saat saya menjabat di Departemen Pertanian, pembangunan pertanian menggunakan security and welfare approach. Para petani dibina secara massal dan diarahkan pada cara bertani modern. Oleh karena itu pertanian dilakukan secara lebih intensif dengan tidak melupakan ekstensi kawasan pertanian. Puncak dari kelanjutan program yang dijalankan sejak tahun 1965, di tahun 1984 Indonesia mengalami swasembada pangan, khususnya beras. Prestasi itu mendapat pengakuan dunia internasional melalui FAO. Indonesia yang semula pengimpor beras terbesar di dunia, sampai tahun 1993 kenaikan produksi berasnya mencapai 240 persen.
Bagaimana pandangan Anda atas keterpurukan sektor pertanian Indonesia dewasa ini?
Sekarang ini petani padi di Indonesia mengalami masalah. Produksi beras menurun dibandingkan pertumbuhan penduduk. Luas dan kesuburan lahan juga menurun drastis, suplai air pertanian berkurang, semangat generasi muda di bidang pertanian menurun. Akhirnya, kini Indonesia kembali menjadi pengimpor beras dalam jumlah besar.
Anda menyebut pembangunan pertanian menggunakan security and social welfare approach. Mohon penjelasan bagaimana pendekatan tersebut.
Visi pembangunan pertanian menggunakan pendekatan keamanan dan kesejahteraan sosial yang pernah saya kembangkan, pada intinya adalah mewujudkan sistem dan usaha agrobisnis yang menyejahterakan rakyat, terutama petani. Hasil pertanian diupayakan berdaya saing tinggi dan berkelanjutan, serta mampu menjadi motor pembangunan ekonomi daerah dan nasional yang kuat dan dinamis. Proses pelaksanaannya di tempuh dalam jangka sangat pendek, jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
**
LATAR belakang pendidikan formal Drs. H. Mashud Wisnusaputra sebenarnya adalah kedokteran hewan. Ia lulus Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Indonesia, tahun 1960. Sepanjang kariernya sejak di kemiliteran dan di jagad intelijen, tidak pernah bersentuhan dengan dunia pendidikan. Namun perhatiannya di bidang itu sangat besar. Itu sebabnya, sosok pribadi yang santun dan selalu berpenampilan perlente – Mashud Wisnusaputra dan isteri Ny. Nini Sjahnidar Sikar pernah dinobatkan sebagai pria dan wanita berbusana terbaik – itu, kini tercatat sebagai Ketua Dewan Penyantun Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Ihya Kuningan, Ketua Dewan Penyantun Universitas Pakuan Bogor, anggota Dewan Penyantun Universitas Pasundan dan anggota Dewan Penyantun Universitas Siliwangi Tasikmalaya.
Pembangunan pendidikan di Tanah Air yang dari tahun ke tahun mengalami pasang-surut, juga tidak lepas dari sorotan Doktor Honoris Causa Mashud Wisnusaputra. Pandangan-pandangannya yang tajam terhadap pendidikan tinggi adalah sebagai berikut.
Bagaimana pandangan Anda terhadap dunia pendidikan di Indonesia?
Pendidikan di tanah air dewasa ini jauh tertinggal dari negara tetangga kita, baik dalam segi kreativitas, kemandirian dan keunggulan lainnya. Dahulu, orang-orang dari negara tetangga kita menimba ilmu ke negeri ini. Tetapi kini sebaliknya kita berguru ke tetangga.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, harus ada wadah berupa sekolah unggul. Perguruan tinggi yang kita bina harus divaksinasi mutu secara berkesinambungan. Kita perlu mengembangkan kampus terpadu yang nyaman dengan fasilitas yang memadai. Bukan sebaliknya segalanya serba kurang dan serba darurat. Kita harus menciptakan lingkungan belajar yang memberikan conveniency, termasuk untuk para dosen serta investasi yang lebih besar pada pengembangan SDM. Saya iri. Betapa indah, lengkap dan serba ada, kampus di Eropa dan Amerika.
**
PERHATIAN besar dan keterlibatan Mashud Wisnusaputra di dunia pertanian dan pendidikan, hanyalah sebagian di antara sederet pengabdiannya yang berlandaskan moral tanpa pamrih. Sosok insan asal Kuningan tersebut, juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kebudayaan. Saat ini dia menduduki jabatan Ketua I Yayasan Kemajuan dan Pengembangan Asmat, yang melakukan banyak kegiatan, seperti pemberdayaan masyarakat dan masalah-masalah kemanusiaan, termasuk mengembangkan pendidikan, olahraga dan masalah sosial lainnya.
Di dunia usaha, Mashud yang memimpin perusahaan grup PT Yunawati, selain sebagai Presiden Direktur PT Interkon Kebon Jeruk dan Komisaris PT Nusantara Stroke – Medical Center. Mashud juga pernah menduduki berbagai jabatan di kepengurusan Kadin Indonesia. Dia juga menjadi anggota Dewan Pengurus Harian Dewan Perusahaan Swasta Nasional dan Penasihat Perhimpunan Agronomi Indonesia. Di dunia politik, Mashud yang bernaung di bawah bendera Golkar pernah menjadi anggota MPR sebanyak tujuh periode, yakni dari tahun 1972 sampai tahun 1999. Aktivitas politik itu kian melengkapi kariernya yang cemerlang tanpa cela.
Berkat jasa-jasanya sejak masa perjuangan melawan kolonial Belanda, Mashud Wisnusaputra mendapat anugerah sebanyak 16 bintang jasa dan satya lencana, baik dari dalam negeri mau pun dari luar negeri. Jumlah itu tidak termasuk piagam penghargaan dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri yang jumlahnya 17.
Sebagai insan Kuningan yang rendah hati, Doktor (HC) Mashud Wisnusaputra ibarat mewarisi semangat “Si Windu” – kuda lokal yang kecil namun gesit dan menjadi legenda Kuningan – yang mampu mengungguli kuda sembrani jantan. Putra asli kelahiran Desa Windusengkahan itu bukan sekadar Leutik-leutik Oge Kuda Kuningan, namun dia adalah “Si Windu” dengan nama besar yang penuh pengabdian. Kebesaran jiwanya juga ditunjukkan dengan menerima gelar doktor kehormatan yang diberikan Universitas Sebelas Maret di Solo. Bukan oleh universitas di Tatar Pasundan yang merupakan lemah cai bali geusan ngajadi-nya.
Selamat buat Dr. (HC) Mashud Wisnusaputra dan keluarga. (Tok Suwarto)***
Pikiran Rakyat 04 Februari 2007
16 Juli 2007 pukul 3:49 pm |
Ti kapungkur dugika danget ieu Pa Mashud kamashur,minangka tokoh Pembangunan Jawa Barat. Kantenan di Kuningan mah,da puguh balia geusan ngajadi. Ayeuna Pa Mashud parantos sepuh. Naha aya generasi nu neraskeun tapak lacak anjeunna? Urang susud lebur singkur, urang papay laratan ka pamidangan. Ulah poho ka sarakan lemah cai pangancikan. Hatur Nuhun, ka u tos ngundeur ieu seratan sanaos kenging ngundeur deui ti Pikiran Rakyat. Eta cirining emut keneh ka luluhur Kuningan.
18 Juli 2007 pukul 2:50 pm |
Kang Logan kamana ?
Ari gaduh unek-unek, upami tiasa mencurahkan lewat lagu atanapi puisi/syair/pantun/lirik sae pisan jadi karya seni.
Salam puisi….
18 Juli 2007 pukul 5:00 pm |
Sambat heula, geura Kang O. Solihin di Bogor supados ngintunkeun sertanana. Ngangkenna mah urang Legok Cidahu anjeunna teh. Singhoreng anjeuna oge Penulis buku. Hebat lah.
18 Juli 2007 pukul 11:51 pm |
TINGKATKAN PARIWISATA KUNINGAN
Kuningan adalah sebuah kabupaten yang tidak begitu besar tetapi sangat cantik mempesona, kabupaten yang bagian wilayah timur adalah dataran rendah, sedang di bagian barat berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Ciremai (3.076 m) di perbatasan dengan Kabupaten Majalengka. Gunung Ciremai adalah gunung tertinggi di Jawa Barat, yang sudah menjadi Taman Nasional Gunung Ciremai, yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare. Keanekaragaman satwa di gunung Ciremai cukup tinggi, seandainya saja penduduk Kuningan dan pemerintahan kotanya mulai sekarang menjaga dan melindungi habitat satwa-satwa yang ada dihutan gunung Ciremai, akan banyak satwa-satwa liar dihutan sana semakin berkembang biak dan lestari keberadaannya. Dengan demikian sesuai dengan julukan Taman Nasional Gunung Ciremai, akan sangat membantu meningkatkan perekonomian kabupaten kuningan, karena tentu saja akan banyak mengundang turis-turis, baik turis domestik maupun turis mancanegara yang tertarik dan sayang binatang liar, selain itu juga akan memulihkan nama baik bangsa Indonesia umumnya dan masyarakat kuningan khususnya dimata masyarakat Internasional.
Akibat dari kebakaran hutan gunung Ciremai yang sangat besar, dampaknya hanya hutan disekitar puncak gunung Ciremai yang masih utuh, tentunya kalau ini terus dibiarkan maka kita semua tahu akibat yang akan kita alami, yaitu bencana yang menakutkan mengancam kita semua, dan bahkan satwa-satwa liar digunung Ciremai sudah merasakan penderitaan yang mematikan akibat kebakaran hutan yang sangat hebat dan meluas digunung Ciremai. Maka sudah saatnya kita semua mulai sadar dan mulai menghijaukan kembali hutan disekitar gunung Ciremai, untuk kepentingan dan kebaikan manusia, satwa, hutan, dan lingkungan. Kalau saja Taman Nasional Gunung Ciremai pulih kembali dari kerusakan hutan, dan kita semua turut melindungi hutannya, maka udara sejuk kabupaten Kuningan dan keajaiban indah alamnya akan cepat menarik para turis-turis pecinta alam datang ketanah Kuningan, yang tentu saja dengan promosi yang tepat, terarah, terorganisir, membudaya, dan intelektual. Saya sebagai warga Kuningan ingin mengajak kepada rekan-rekan yang katanya pecinta alam, kalau akan mendaki kepuncak gunung Ciremai, agar jangan merusak keanekaragaman hayati disekitar gunung Ciremai, seperti misalnya membabat dahan-dahan pohon, memetik bunga edelwis, bakar-bakaran yang membahayakan, menggali tanah, membuang sampah sembarangan. Dan juga jangan memburu satwa-satwa liar yang ada disana, biarkan mereka hidup tenang, karena mereka juga berhak untuk hidup tenang seperti kita manusia.
Ternyata Kuningan juga banyak memiliki potensi-potensi wisata yang menarik, seperti misalnya Taman Linggarjati yang sudah terkenal sampai kemancanegara karena merupakan tempat bersejarah yang dikenal dengan Perjanjian Linggarjati, Kolam Cibulan, Cigugur, Waduk Darma, Pemandian Air Panas Sangkanurip, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Untuk meningkatkan pariwisata Kuningan, kini saatnya pemerintah kabupaten Kuningan menjalankan program yang terarah dan tepat, lalu disosialisasikan kepada seluruh lapisan warga Kuningan, dengan maksud mengajak kerjasama, bersatu, disiplin, dan saling memberi pengertian, yang utama adalah memberi pendidikan yang menyangkut keberadaan hutan-hutan diwilayah kuningan, dan kehidupan jenis-jenis satwa liar yang harus dilindungi.
Misalnya saja untuk membangkitkan gairah pariwisata kabupaten Kuningan, Pemerintah kabupaten Kuningan dan warganya dengan sadar hati segera melaksanakan :
1. Penghijauan kembali hutan yang rusak, dan menjaga
kehijauan hutan yang masih dalam kondisi baik.
2. Hentikan perburuan brutal dan sadis terhadap
satwa-satwa liar baik dihutan sekitar gunung Ciremai dan
wilayah hutan-hutan lainnya.
3. Mulai tanamkan cinta lingkungan dihati sanubari.
4. Menjalankan program aturan tentang pembuangan
sampah, misalnya saja antara sampah dan bahan-bahan
bekas daur ulang seperti plastik, kaleng, dan kertas, harus
dipisahkan, seharusnya pemerintah kabupaten kuningan
menyediakan tong-tong sampah dan tong-tong bahan
bekas daur ulang secara berbeda. Disetiap tong-tong
tersebut diberi nama misalnya untuk Sampah, plastik,
kertas, kaleng. Untuk mempermudahkan warga. Yang
memprihatinkan ternyata urusan sampah yang tidak
teratur adalah juga penyebab rusaknya lingkungan,
karena warga dengan tanpa rasa peduli membuang
sampah disungai, dihalaman belakang, atau
dikebun-kebun, selain merusak lingkungan, juga merusak
pandangan mata dan membuat bau busuk yang dapat
mengakibatkan sakit atau pusing.
Dinegara maju, misalnya Canada dimana saya tinggal
sekarang, sudah menjalankan tentang pembuangan
sampah dan bahan-bahan bekas daur ulang secara tepat,
dimana pemerintah dan warganya sudah terbiasa dengan
lingkungan bersih, tidak ada terlihat sampah yang
berserakan dihalaman rumah, dan sungainya pun
terbebas dari sampah, karena mereka sudah memiliki
system yang sangat bagus, yaitu memisahkan antara
sampah rumah tangga dan bahan-bahan bekas daur
ulang, dimana setiap satu kali dalam seminggu truk-truk
pengangkut sampah dan bahan daur ulang yang memang
sudah diadakan oleh pemerintah kota datang kesetiap
rumah-rumah penduduk untuk mengambil sampah dan
bahan daur ulang ke-truk mereka yang selanjutnya
dibawa kepusat penampungan. Mungkin program bagus
ini bisa ditiru oleh pemerintah Indonesia dan dijalankan
secara bersama-sama dengan rasa tanggungjawab dan
disiplin demi sehatnya lingkungan kita.
5. Melakukan promosi, baik melalui media cetak, radio,
televisi, dan bahkan yang lebih menarik promosi dengan
cara tampilan budaya.
6. Memperbaiki taman-taman wisata yang rusak, dan
menambah tempat sarana hiburan wisata sesuai dengan
adat kebudayaan kuningan yang khas ditempat-tempat
wisata.
7. Menjaga keramah-tamahan, dan meningkatkan keamanan.
19 Juli 2007 pukul 12:26 am |
Eh Teh Nenen udah sembuh flu nya, 2 hari ini gak keliatan di LemburKuring, Lagu untuk neng geulis (eti) jg ada, malu nulis disini mungkin nanti.
Salam puisi……… dan LemburKuring2007
19 Juli 2007 pukul 12:52 am |
Hello there… good to see you again !
Aku juga udah sehat dari puyeng gara-gara kecapean, mungkin aku lagi kangen sambal terasi ala sunda ditambah gurame bakar + lalapan + nasi putih pulen + dawegan … haduh…. lapar…. tulungaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnn……..
Kalau malu cerita tentang neng geulis mah atuh kirim aja langsung ke emailku gnenen@gmail.com, jangan malu-malu kalau sama aku, santai saja ha..ha..ha..
Sekarang kamu ada lagi dimana ?
Suka main ke Kuningan ?
Aku juga lagi kangen Kuningan, terutama sejuknya dan makanan tradisionalnya.
19 Juli 2007 pukul 5:36 am |
saya tinggal dijakarta dan belum pernah kekuningan, tau Kuningan ya semenjak tau neng geulis(eti), jadi pengen belajar bahasa Sunda biar punya satu puisi bhs Sunda n bisa ngerti tulisan di blog ini he he he, mungkin lewat email Teh nenen bisa
salam, smoga kangen makanannya terwujud mungkin bisa minta kirim lewat FEDEx
19 Juli 2007 pukul 12:10 pm |
Terima Kasih, buat Teteh Neneh di Canad yang telah mengirimkan tulisan tentag wisata Kuningan. Mari kita gairahkan kembali wisata Kuningan,
19 Juli 2007 pukul 12:14 pm |
Ha..ha..ha.. kang Logan, gimana kalau kirim pete & terasi lewat Fedex, pas kardusna bocor bakalan jadi polusi udara dipesawat….
Sok atuh geura amengan ka Kuningan. hayu kita reuni rekan-rekan lembur kuring, kalau aku pulang.
Justru aku sendiri enggak bisa bikin puisi bs.Sunda soalnya bs. sundaku masih kelas biasa hi..hi..hi..
Tapi bisa dicoba bikin puisi bs. sunda dengan lihat kamus bs. sunda.
Nonton sepak bola piala Asia ?
Indonesia kalah dari Korsel, enggak apa-apa buat tambah pengalaman, harusnya Indonesia uji coba dengan tim Jerman, Inggris, Perancis, Italia, brazil, Argentina, belanda.
Tim idolaku Jerman & Belanda, wah pokokna mah hobby nonton bola dari balita….
19 Juli 2007 pukul 1:10 pm |
Sami-sami kang Zoen, hayu warga kuningan sekitarnya sadayana mulai kerjasama tingkatkan gairah wisata kuningan yang beralam ajaib mempesona, dengan khas budayanya dan tetap ramah-tamah.
12 Juni 2009 pukul 12:07 am |
Ada yang ajaib lagi di Kuningan teh tapi belum terketuk hati para petinggi dan investor untuk mengembangkan dan menanamkan modal di Kuningan, yaitu: adanya tujuh kolam ikan yang sejenis dan berada di tujuh lokasi yang bisa dipadukan jadi satu paket wisata religius, ke tujuh kolam tersebut adalah 1. Kolam Balong Darma,2. Kolam Cigugur, 3. Kolam Agung di Cirendang, 4.Kolam di taman Pahlawan Angkatan Laut Jalaksana, 5.Kolam Cibulan 6. Kolam Linggarjati, 7.Kolam Pasawahan, nah di kolam tersebut ada ikan yang sejenis dan tidak ada di kota manapun. Bagaimana Kuningan kota kita.
19 Juli 2007 pukul 2:54 pm |
Enya atuh, bagja pisan saupami dulur-dulur urang Kuningan nu ayeuna aya di luar daerah dina hiji wanci tiasa ngumpul ngariung di salah sahiji Obyek Wisata Kuningan teh. Tos kantenan, saupami usum lebaran mah pan sok ngariung. Malah selenting bawaning angin, dina mangsa boboran taun ieu aya salah saurang warga Desa/Kacamatan Cimahi nu aya di luar daerah bade ngayakeun silaturahmi sareng dulur nu di lembur. Malah, numutkeun wartos, cenah, bade nanggap Wayang Golek ti Giri Harja 3, ngogan dalang kawentar Asep Sunandar Sunarya ti Bandung. Wilujeng, da ngahibur warga oge kalebet bagean tina ibadah.
19 Juli 2007 pukul 11:26 pm |
Yang terutama silaturahmi buat persaudaraan, kalau aku ada disana, aku diundang enggak ? haa..ha..ha..
Tos mireng dalang Asep Sunandar, ngan ningali di youtube.
20 Juli 2007 pukul 9:18 am |
Tentunya nonton,walau kalah Tim merah putih sudah berusaha dan berjuang sekuat tenaga untung saja tidak smp 5-0 scornya,lagipula perbedaan Struktur biologis dan ras sebenarnya sangat berpengaruh, setiap ras memiliki keunggulan tersendiri di bid. olah raga,untuk yg satu ini sepertinya bangsa kita lebih unggul di Bulu tangkis tanpa mendskreditkan pemain sepak bola kita. Untuk uji coba dengan para pemain eropa sih bisa2 saja untuk menambah tehnik permainan
20 Juli 2007 pukul 6:46 pm |
Insya Allah diundang…! Sakantenan mampir ka Desa kananga, mamanawian Kang Tarso kaleresan mudik..! Da ti Desa Cimahi ka Desa Kananga mah caket. Jalanna tos rada sae, da ayeun mah tos janten Kacamatan. kapungkur kalebet Kacamatan Luragung.
21 Juli 2007 pukul 5:28 pm |
Kamarana ieu teh mani jarempling…!Nuju nanrongton wayang kitu di TPI?
22 Juli 2007 pukul 2:30 pm |
duka atuh kamarana cenah …urang kuningan teh.!
meuni rehe..
” punten kang Zoen, anu bade nanggap wayang golek Giri Harja 3 teh
saha kitu kang?
22 Juli 2007 pukul 2:40 pm |
Saur Pa camat Cimahi mah Bapa Ir. Cartam, di Bengkulu duka Sumatera nu jelas mah nuju ngumbara di luar pulo Jawa. Malih, saur Pa Camat keneh, kamari ieu nembe ngarengsekeun ngadamel Mushola. Waragadna kirang langkung Rp. 150 juta ti aanjeuna. Eta teh Mushola lingkungan Kampung (Blok) Kang. Hebat nya…?
Kumaha email ti abdi kabuka Kang? ka nu design….! Tilas ngintun foto G. Tangkubanparahu.
25 Juli 2007 pukul 1:26 am |
Helo…helo…helo…
Kang Zoen tos dibvales kuabdi emailna
25 Juli 2007 pukul 1:29 am |
kang Logan, ternyata kita nyambung lagi, laptopku baru sembuh diopname.
Prediksi kang Lohan ada benernya, bangsa kita mah kana batminton, tapi akhir-akhir ini batminton juga banyak kalahnya. Kalau menurut aku, faktor utama ingin jadi sang juara adalah mental.
25 Juli 2007 pukul 1:30 am |
Kang Tarso, maksad abdi teh photo Gn. Tangkuban parahu, lamun tiasa mah kintunkeun ka email abdi abdi.
gnenen@gmail.com
hatur nuhun
25 Juli 2007 pukul 2:19 pm |
Nya saur abdi oge G. Tangkubanparahu…! Da Gununggeulis mah di Sumedang…!
26 Juli 2007 pukul 1:04 am |
Laptop nya kena flu juga teh, ya mental itu nomor satu, kenapa ya bangsa kita masih banyak yang bermental tempe apa kebanyakan makan tempe padahal tempe kan bergizi tinggi, mungkin karena bangsa kita baru bangkit dan benar-benar merdeka pada saat reformasi, semenjak selama 350 th dijajah balanda, 3,5 th dijajah jepang dan 32 th dijajah bangsa sendiri.
Salam puisi, salam lemburkuring2007
26 Juli 2007 pukul 1:58 am |
Ha..ha..ha.. mungkin terlalu lelah dijajah terus akhirnya peuyeum kata urang Bandung mah Peuyeumpuan….
Aku suka sekali makanan dari tempe & tahu, apalagi Hucap yang pedas ih matak kabita geuningan ayeuna oge….
Kang Logan, kadang aku juga heran sama bangsa kita, gampang kena hasut/terprovokator, ikut-ikutan demo yang enggak ngerti apa maksud & tujuannya, demo yang tak usah didemo, buang-buang waktu, padahal dari pada demo jerit-jerit dijalanan mendingan urus dulu diri dan keluarga sendiri dirumah. Ini mah terbalik. Kalau demo buat kemajuan ekonomi dan pendidikan ada maksudnya dan jelas, tapi akhir-akhir ini yang aku baca dimedia online, ternyata bangsa kita suka mendemo yang tak harus didemo, malah cara demonya juga gaya preman, seperti misalnya ada demo ngatur-ngatur perempuan segala, aku sebagai perempuan agak tersinggung, ngapain kok repot-repot ngatur perempuan. Perempuan juga sama berhak untuk mandiri dan berkarya. Yang kaum wanita inginkan bukan aturan/paksaan sepihak, tapi saling pengertian, saling mendukung, saling mengasihi, saling menghargai. Negara kita sudah kisruh jadi tambah hancur dimata Internasinal.
Kalau mau demo boleh-boleh saja, tapi dilihat dulu atau demo yang bagaimana dulu, demo yang terarah non premanisme.
Ini aku buat puisinya :
PROTES YANG TAK HARUS DIPROTES
Berteriak…menjerit… mencaci… mengutuk Berkeringat… wajah memerah kehitaman Arogan… premanisme… menjegal
Lupa diri sendiri, lupa keluarga, lupa berkarya
Tak apalah… asal aku puas
Dan sang pimpinan protes senang
Aku ini pahlawan protes
Tunggu !
protes yang mana dulu ?
Jangan protes yang tak harus diprotes
Baru-baru ini aku dengar Indonesisa dinobatkan negara tercepat pengrusak hutan didunia. Gimana enggak hancur hutan kita, soalnya banyak aparat pemerintah sendiri yang melakukannya, ironis !
Salam sedih
26 Juli 2007 pukul 10:15 am |
Kangoo Kang Tarso, email nu design mung waktos ngintun foto nu G. Tangkubanparahu. Teu aya geuning kang…!
26 Juli 2007 pukul 10:16 am |
Teh Nenen…! satuju pisan komentarna..!
26 Juli 2007 pukul 10:17 am |
Salam kanggo, Kang Logan…!
28 Juli 2007 pukul 7:53 am |
ini puisi berbalas, soal demo/protes
Masa berkumpul dengan berjuta rasa tak terbendung
Ingin rasa didengar, tidak hanya jadi bisik senandung
Bagi para pejabat yang mengisi kantungnya dengan uang rakyat
Rasa tercampur….
Dari para pendemo tulus yang akhirnya haya mengelus dada
Hingga dari para “pahlawan demo” yang bersuara keras tapi kosong belaka
Mau dibawa kemana bangsa merdeka……..
Jika semua sibuk hanya dengan masing-masing rasa
Berbangkit hanya jadi sakit hingga cicit penerus bangsa
Merdeka hanya jadi tinggal kata-kata
Demo,
Gejolak…
Rasa…….
Revolusi….
Hingga Reformasi
Demo,
Terkadang memang….
Bagai tong kosong nyaring berbunyi.
Semenjak kuliah saya nggak pernah suka untuk ikut mendemo, karena saya tau teman2 saya yang rajin demo itu juga tidak megerti/paham bahkan tau apa yg mereka demo,buktinya banyak dari para pejabat yg dulunya mahasiswa dan sekarang malah jadi salah satu orang yg mereka demokan dulu, seperti kata teh nenen lebih baik urusin keluarga atau tetangga terdekat dulu sehingga perbuatan bukan hanya kata2 tapi juga perbuatan nyata,kalau semua masyarakat kita menyadari dan saling menbantu dengan orang sesama disekelilinganya maka lambat laun kontribusinya akan terasa bagi bangsa, klo cuma bantu demo gak akan ada hasilnya. seperti kata John F kenedy “Jangan Tanya apa yang bisa Negara berikan untukmu Tapi tanyakan apa yang Engkau bisa berikan pada Negaramu”.
Teh Nenen sendiri bisa jadi contoh tuh.
28 Juli 2007 pukul 7:59 am |
Salam Kanggo juga buat Kang Zoen/Lemburkuring2007, maaf baru dibalas salamnya, semalam saya nanya dulu sama tetangga yang orang sunda ” Kanggo” artinya apa, sekarang udah tau (payah banget deh), semoga karena sering2 nongkrong disini bisa/ngerti bahasa sunda.
31 Juli 2007 pukul 5:03 pm |
Ass, iya bahasa sunda katanya bahasa yang paling susah dipelajari, perbendaharaan katanya paling banyak sedunia…..,
cobi wae contona,
“maot”……
tilar dunya,
paeh,
kojor,
koit,
mulih kajati mulang ka asal,
ngantunkeun,
ngabangke,
ngabugang,
………
…….
sareng sajabina… haha… seueur geuning nya,
1 Agustus 2007 pukul 3:43 am |
Tanah Subur, Alam nan sejuk
Ramah senyum seramah alam
sawah ladang terhampar ramai
Gemercik sungai senandung jiwa
Mojang geulis dari pasundan
Pakai kebaya bertudung biru
Manis senyum hanya terkulum
Malam datang ia tak hilang
walau paras hanya diangan
Eti terlahir di tanah kuningan
1 Agustus 2007 pukul 9:44 am |
Haturan wilujeng tepang kanggo Kang Ansory Faisal, hatur nuhun tos kersa rurumpaheun. (Sanaos sakedik, eta seratan teh munel).
Untuk Kang logan, terima kasih. Semoga puisinya dapat menggugah masyarakat untuk mempertahankan keasrian tanah warisan leluhur di bumi Kuningan ini. rupanya ceu Eti cantik, secantik alam Kuningan.
2 Agustus 2007 pukul 5:14 am |
Kang Ajun geuning tacan dimuat halimun ciremai
2 Agustus 2007 pukul 8:23 am |
Naha da lebeng dikotektak teh teu aya..! cobi dikntunkeun deui.
3 Agustus 2007 pukul 8:37 am |
Judul attachment-na catur batur
3 Agustus 2007 pukul 9:11 am |
Dupi judul seratanana? Nami nu nyeratna?
3 Agustus 2007 pukul 6:27 pm |
Kang Logan, kamana geuningan menghilang ?
3 Agustus 2007 pukul 7:41 pm |
Pundung panginten….!
4 Agustus 2007 pukul 10:28 am |
Terimakasih juga kang zoen/Lemburkuring2007, tempat ini jadi satu2nya sarana untuk numpahin uneg2 kalau lagi kangen sama ceu Eti selain dapat informasi tentang kuningan, salam.
4 Agustus 2007 pukul 10:36 am |
Saya Hadir…, Teh Nenen. Maaf sedikit sibuk dengan pekerjaan
4 Agustus 2007 pukul 2:33 pm |
Terima Kasih kembali buat Kang Logan..! Memang, blog ini lebih digokuskan untuk curhat…He..he.he..! Kalau yang lebih serius udah saya siapkan di tatar-kuningan.com. Namu,masih acak-acakan maklum deh pabaliut dengan tugas rutin. Tah sok Teh Nenen, eta kang logan menyapa…!
5 Agustus 2007 pukul 1:10 am |
Hi there….
Eh… lagi sibuk!
Kang Logan, aku juga lagi sama-sama sibuk, untuk enggak jadi encok, soalnya pindahan ngangkat barang tea he..he..he..
Gimana, udah ketemu sama neng Eti ?
Kang Logan, enggak apa-apa biarpun dalam mimpi, anu penting mah ketemu haa…haa..haa… aya-aya wae…..
Salam persibukan,
Baktos,
Nn
5 Agustus 2007 pukul 6:34 am |
Keukeuh ari kang ajun..
Ari Urat oret boh curhat mangrupi puisi / prosa kedah dijudulan wae…
Teu langkung bade dijudulan naon ku kang ajun
penulis jasu (jaka sunda) email urang_kajene@yahoo.com
nuhun pisan…
kumaha teknis paliron bahan seratan???
5 Agustus 2007 pukul 8:39 am |
Pokona mah teu keudah “rumit2″, kantun judulan wae ku kang ajun oceee…
5 Agustus 2007 pukul 2:01 pm |
Kepada Departemen Pendidikan Kuningan,
Segera adakan pendidikan tentang kasih sayang terhadap hewan-hewan , baik hewan peliharaan, maupun hewan yang hidup dialam liar, kepada sekolah-sekolah, anak-anak TK & SD, karena jika diajarkan sejak dini hasilnya akan lebih baik. Sebaiknya juga adakan perpustakaan bacaan khusus anak-anak tentang pengetahuan hewan-hewan dan hutan, dengan sajian yang menarik, sehingga anak-anak bergairah untuk membaca. Dengan maksud untuk menanamkan rasa kasih dan sayang terhadap hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Karena pengrusakan hutan dan perburuan kejam terhadap satwa liar sudah sangat mengerikan dan menyedihkan. Kelestarian hutan dan habitatnya akan membantu pertumbuhan ekonomi, karena akan menjadi daya tarik para turis dan investor untuk datang ke Kab. Kuningan.
Stop perburuan satwa liar !
6 Agustus 2007 pukul 3:51 am |
Saestuna saatosna embrio janten jalmi di lebet kandungan, Alloh Murbeng alam “niupkeun” roh kana jasad orok sangka eta orok tiasa hirup tur “dibekelan” sifat-sifat Alloh (illahiyah), Maha welas, maha asih, pemaaf, pemberi, arrosyid, al qoyyum, al bathin (gerentes hate), ya khofid, tur sanes-sanes deui anu seueurna 99 sifat.
Naon maksad cumarios kituhhh…
Perkawis, kasih sayang, moral (bathin) mah teu keudah saleresna mah “dilembagakeun” anu enggkena sok teras “diproyek” anu ngabeungbeuratan APBD tina ladang pajeg sareng kasusah bangsa urang nu nuju sakieu piwatireunana.
Janten perkawis kasih sayang kana sasatoan mah saena punten bu nenendiantiny Gunadi ngiring merhatoskeun penerapan peraturan perburuan liar, upaya-upaya pengadaan ekosistem eksitu (penangkaran) hewan/tumbuhan liar, sareng silih geuingkeun di lingkungan urang nu pangcaketna, diantawisna batur sa kasur, batur sadapaur, batur sa sumur, batur sa lembur…
Sae tur tiasa deui, masarakat di urang mah sanes nerap ti sakola upami aya “Informasi/pengetahuan” anyar teh, nanging ku sarana audio visual , tiasa sinetron, pilm, lagu, acara-acara anu tiasa di”susup”an maksad kana pelestarian lingkungan dan satwa liar.
Diantawisna Lomba Foto Satwa anu sok digelar ku Taman Safari sataun sakali, eta abdi mah yakin langkung ningkatkeun rasa ketertarikan masarakat berkembang model nagara urang. Kitu kulturna teh.
Da duka kunaon, kahiji sareuseut pisan kana maos komo budaya tulis menulis anu berbobot tur bermanfaat teh. Aya nu eungkeut2 diajar nulis, boh kaburu sieun diwada batur, atanapi sok heula diwada ku sasama anu ahirna ngalemahkeun deui paniatan “calon” panulis.
Perkawis kunaon teu di sakola komo sakola dasar…
Murangkalih di urang mah teu siga di “kulon”, kana sasatoan ulah nu liar najan nu lindeuk bae oge sieun… da eta sepuhna sok marake sasatoan ari budak na teu daek sare atawa teu daek nurut teh… utamina ka murangkaling alit… janten bae singsieuneuneun dugi ka ageung…
Uih deui, budaya kasih sayang, saena urang tularkeun ka sepuh-sepuh / rumaja-rumaja anu baris ngaping murangkalih engkena ge…
Saupamana nu kolot teu “resepeun” kana pemeliharaan lingkungan… atuh kumaha ngagiringkeun barudak sangkan kersaeun…
Nya sakitu wae “ngabulaeh”na ti sim kuring mah…
Mugi ieu mangrupi jalan urang manjangkeun tali informasi tur silaturahmi anu tiasa aya kamangpaatan pikeun diri, nagari jeung agami….
Cag ah…
Wassalam..
Mang Jasu
6 Agustus 2007 pukul 5:08 am |
Wilujeng tepang mang jasu,
leres komentarna, hayu urang diskusi, sugan aya pamasukan anu sae, tiasa jadi manfaat kanggo kasadayana. Makana ka para ortu ulah nyingsieunan barudak tiasa ngarusak mental barudak anu dalam pembentukan dan perkembangan moral, untuk meninabobokan mah mendingan baca cerita ngandung pendidikan anu sesuai kanggo daya nalar barudak, jadi ulah ngan ngandelkeun wae pendidikan sakola, justru pendidikan dirumah adalah yang terpenting.
Ari masalah kasih sayang, saling menghargai, saling menghormati tidak hanya berlaku bagi sesama manusia saja, tetapi juga bagi hewan & tumbuhan.
Kumaha, para ortu-na oge nembakan manuk/satwa lain dialam bebas, secara langsung masihan contoh kabarudak untuk menjadi pemburu/membenci hewan.
Waktos abdi nuju alit, abdi ningali jalmi nyogokan Anjing, barudak ngabaledokan anjing ku batu, soalna dicontoan ku ortu-na. Abdi mah kalah nangis, teu tega ningalina oge, aya anjing ngaliwat dilempar batu, sok geura upami urang nuju tenang jalan-jalan ujug-ujug dilempar batu, akhirnya jadi musibah karasa nyeri, sami anjing oge punya perasaan sakit (sama-sama mahluk hidup).
Mugi-mugi ayeuna tos banyak perubahan, mulai sadar untuk menghargai sesama manusia, hewan, tumbuhan.
Duka tah perkembangan Kuningan kumaha ?
Maklum abdi mah ngumbara teras, jadi teu apal, boleh dibilang kuper haa..haa…haa..
Ngan abdi mah salami di Canada jadi pecinta & bersahabat sama hewan, sigana pangaruh lingkungan, urang Canada mah ka hewan peliharaan mani diurus siga ka anakna sorangan, atuh ka satwa liar, mani dijaga-jaga, dilindungi, manuk-manuk oge masih keneh berkicau dmana-mana, aman teu aya anu nembakan. Aya oge jalmi anu barangasan, eta mah jalma anu pemabuk, tapi pada umumna, urang Canada mah bersahabat dengan satwa liar maupun peliharaan.
sanes abdi ngabanding-bandingkeun, justru urang kedah mulai niru hal-hal yang baik dari bangsa manapun juga.
Setiap agama oge ngajarkan tentang kebaikan, jadi sigana mah tergantung ka pribadi masing-masing.
Walah kalah panjang lebar, waktuna tidur didieu mah, tos tengah wengi. Enjing/siang di indonesia, selamat bekerja kanggo anu nuju sibuk.
Wilujeung sibuk mang Jasu !
6 Agustus 2007 pukul 5:24 am |
Nya Wilujeng wae…
Cobian tengetkeun warta-warta yang pabalatak masa anyar…masa jalma taya hargaan nyawa ngaragang tanpa daya …
alah-alah disebut pembantu ( = orang yang diminta tolong untuk membantu beban pekerjaan di rumah urang), eta bet disentak, dianiaya samalah sok tega teu diparaban.. siga ka sasatoan inguan dunungan….
ari di luar… penampilanna ginding, guru, pejabat, dosen, pagawe luhur. ustad, samalah pengusaha sukses…
ari di lieuk ka nu sok babantuna di rompona…..
masya alloh…aya nu teu dibere kasur-kasur acan….
Ka pamajikan mangnyerikeun…
ka budakna nyentak…
ka dulur baraya ngamusuh asa aing mendadak kaya…
hese berean…sulit dalit ka tatangga…
so komo kanu jauh…
Eta nu dina ajaran agama abdi mah disebut “Jalmi nu maraban jiwa na ku barang awong sangkan ngajadi sifat-sifat syaitoniah”
ku kituna wayahna ka urang canada asal kuningan nyaeta ibu nenedianty Gunadi…
samemeh ngurus sasatoan sokomo nu liar…
kumaha urang silih tepakeun heula “anti sifat syaithoniah…tanamkan sifat Illahiyah / Rubbubiyah)…
Mangga ah…
6 Agustus 2007 pukul 9:31 am |
Duanana mani harebat kitu…! Dugika simkuring lat hilap kana cikopi lekoh. Heee! Abong Jawara nya…! Eta Kang Jaka Sunda mani capetang. Srikandi Kuningan norowelang ti Canada…! Ngeunaan nu dikedalkeun ku Kang Jaka, saleresna bade dikotretkeun, basa kailhamana ku kajantenan sawatara TKI urang Jawa Barat nu ditandasa. Hiji Conto Sumiati, urang Majalengka, nu kamari ieu nandangan kapeurih hirupna kusabab disiksa ku dununganana. Mung nya kitu, patali sareng kariweuh antukna kapopohokeun.
Ayeuna asa kaemutan deui ku Kang Jaka Sunda nu gandang pertengtang. Hayu atuh urang diskusikeun. Kumaha tah, kedahna ketak pamarentah di urang kanggo ngabelaan TKI? margi upami diantep, janten kabiasaan, da minagna ka luar nagri teh sanes hayang disiksa, tapi ngabelaan kulawarga…! Leres kitu?
Kang Jaka, sanes mangmeunangkeun sakateranga abdi mah Teh Nenen teh ngurus barudak. Sesa waktos ngurus buddak, dianggo ngurus sasatoan…! diklik geura websitena.
6 Agustus 2007 pukul 11:38 am |
Kang Jaka, ari abdi mah satuju katulisanna, sae pisan, leres abdi oge prihatin ka para pahlawan devisa, anu berjuang milari kahirupan dilembur batur, tapi akhirna jadi korban kekerasaan, malah sampe aya anu meninggal. Barudak sampe kena busung lapar, orang kaya tambah kaya, orang miskin tambah malarat. Undang-undang perlindungan geuningan teu berlaku untuk jalmi miskin, ironis!
Abdi oge didieu jadi kerja sukarela di organisasi sosial (Salvation Army Human Society), ngumpulkeun pakaian bekas, sapatu bekas, makanan (lamun diurang mah sembako, makanan kaleng) kanggo jalmi-jalmi anu ngabutuhkeun. Kedahna mah masalah sosial ulah ibur-ibur, ngan ieu mah ngawartosan kanggo kang Jaka, abdi mah ngan sanes mikirkeun sasatoan wungkul ha..ha..ha..
Malahan abdi ayeuna jadi sponsor salah sahiji budak ti nagara miskin di Children Internasional, $24 per bulan, kanggo pendidikan, air bersih, kesehatan (punteun sanes abdi ibur/wawar).
Sebagai rasa simpati/sebagai perempuan, abdi oge ngarasa ngiring prihatin tentang maraknya kekerasan mental & fisik terhadap perempuan & anak-anak, malahan sudah jadi epidemik. Makana abdi corat coret ngadamel artikel tentang wanita.
Teras buku untuk bacaan anak-anak abdi judulna “Tommy Jr Returns” nembean selesai, kuabdi di promosikeun di lulu.com, kajiji, google, teras abdi tos niat, bahwa dari setiap penjualan buku “Tommy Jr” disumbangkan sebanyak $ 1,- untuk anak-anak korban bencana alam di Indonesia.
Ngabahas tentang satwa, ngiring prihatin, soalna abdi maca timedia-media online Indonesia, banyak satwa-satwa yang hidup di indonesia hampir punah. Anu matak ngerakeun, Indonesia dinobatkan jadi negara tercepat pengrusak hutan didunia, salah sahiji faktor punahnya satwa liar, akibat pembalakan hutan Indonesia, yang anehnya ternyata dlakukan oleh sipengelola negara sendiri, para konglomerat anu ngan mikirkeun keuntungan sekarang, padahal mah aya anu lebih kedah dipikirkan nyaeta nasib anak-anak bangsa untuk masa depan.
Mudah-mudahan pamarentah, sareng rakyat urang mulai menghijaukan hutan rusak kembali, demi manusia-manusia, masa depan anak-anak, hewan-hewan, kehidupan dalam lautan, & tumbuh-tumbuhan.
Masalah sato liar, ari anu dimaksad kuabdi, nyaeta upami urang ngajaga habitat sato-sato anu hirup dihutan-hutan lindung (ulah diburu), tiasa dijadikeun tempat wisata anu alami/asri, membuat daya tarik para turis domestik, atanapi turis mancanegara, tiasa ningkatkeun pembangunan ekonomi. Komo Kuningan seueur potensi wisata alamna, udarana oge sejuk, kedah dilestarikeun.
Baktos,
Nn
7 Agustus 2007 pukul 4:20 am |
Bu Nenendiantity, abdi mah tacan waka mesek TKW nu miang ka nagara deungeun…
Nu langkung pikagilaeunana…eta nu ku abdi didongengkeun teh teu antaparah… TKW di lemburna sorangan!!!!!!
perkawis satwa liar…abdi gaduh konsep Pengelolaan Wisata Bersama Masyarakat (biasa…kanu murah sok komo haratis mah sok rada payu di lembur urang mah)… dawuh kecap “a n g g a r a n….” ngadadak sumadak ngalaleungit boh seumangetna, boh jirimna, boh niat baik na “hejo ku rupiah mah lah…”
mung abdi peryogi stimulan…eh teu jadi… engke disangka bisnis ku bu nenendiantiny na…
maksad mah peryogi gambaran umum “integrited tourism resort concept” anu dugi ka danget ieu teu acan kenging… janten kalah ka ngempelkeun bahan sewang-sewangan konsep..teras di drag and drop katut di copy paste plus edit… (duh mang jaka sok nyanyahoaning ngaramu konsep eta)…
da kumaha ari teu aya adonan kanggo ngadamel kueh mah urang panginten ulah cicingeun… nya kapaksa milarian tipung, gula, endog tur bahan sejenna tuluy ngadonan nyalira… perkara bener salah na adonan… ari tacan aya meteran pembandingna mah dianggap bener wae lah nyaaaaaa….
Sahibul Hiyakat….
Sadikantunana urang ku bangsa deungeun nu baris nganiaya nagara urang ku mangrupi kolinialisme… nagara urang teh peryogi “a n g g a r a n” kanggo ngawangun nagara…
Ti mana atuh ari tos “kembali ke anggaaaaaa…raaaaan…” mah, da nagara urang teh nembe pisan leupas tina balangsak sisangsara batur…
tah aya emutan, ku para pamingpin urang harita nya kaemutan nu ngawitan teh ayana “artos” nu dipelak ku gusti alloh mangrupi tutuwuhan tangkal ageung..nya ditawiskeun ka urang-urang “saha nu bade mangnuarkeun??? mengke diatur hasilna… nya ka nagara nya ka nu nuar…..
Haaaaaaarrrr…ari urang sieun ku nu teu katempo, ku jurig, ku tulah, ku sungil, ku teu nyaho kumaha nuar kai baradag kituh…
ahirna aya kawijakan “peraturan penanaman modal dalam negeri sareng penanaman modal asing…”
der wae medal nu dinamian H.P.H……
tah lajeng kumaha????
ka beh dieunakeun katoong yen anu dituar, diolah, dijual ku pemegang konsesi HPH teh sakitu seueurna tapi hasil ka nagara mah nya sakitu-kitu bae… da ti taun 70 an oge nu mariksa ka leuweung mah tara tenget… teu ludeung manten meureun… sok komo urang pusat, cekap dugi ka hotel di pontianak, jajan, uih diongkosan dibahanan, di”saku”an….
janten ayeuna…pangabutuh kai seueur, leuweung ruksak, pengganti “emas hijau” sebagai sumber devisa tacan kaguar…
cik…cik…cik… kinten kinten saur bu nenediantiny ladang devisa urang kanggo ngagentos “emas hijau” teh naon????
Jaka Sunda…”Jangan Mengkritik Tanpa Solusi, Jangan Memaki Tanpa Memperbaiki”
Nanging teu panuju abdi mah ari bu nenediantiny gaduh ladang amal teh soranganeun bae… batur mah buntutna ngajukeun proposal ka batur… abdi mah bade ngajengkeun “hoyong diajakan amal ka batur” atuhhhh..he he he
tungtung perkawis, sae upami nganggo emutan bu nenediantiny kemungkinan sumber devisa tina pariwisata teh…
mung kumaha carana ulah janten tempat maksiat?
mung kumaha carana melibatkan seluruh komponen wilayah supados berbudaya, berhasa, bersikap, matok harga siga daerah pariwisata?
mung kumaha tiasa minim a n g g a r a n?
mung kumaha tiasa seluruh komponen mengekspreikan tur mengiklankan daerah wisata eta?
da tos sababaraha kali ngayakeun kegiatan…upami teu aya modal, bubar, upami aya modal…bubut (owah gingsir) ari aya artosan mah….
da bicara tentang kegiatan, harus siap penggerak dan pelaksana na jalmi atanapi komponen anu mapan supados…. teu pacorok jeung nu keur dianggo kegiatan….
sakitu ngabulaeh ti abdi mah… bilih bosenen maosna bu nenediantiny na….
baktos,
Si mang Jasu
7 Agustus 2007 pukul 9:28 am |
Kayanya ada yang lagi seru berdebat nih klo ga salah…
Pindah kemana nih teh nenen, saya belum siap ketemu neng Eti makanya sekarang saya sibukin kerja.
7 Agustus 2007 pukul 2:33 pm |
Hello kang Logan,
Bukan debat berantem, tapi ngobrol yang bermanfaat, saling memberi masukan.
Abdi teh pindah ke kota HUNSTVILE (kota wisata), makanya sekarang juga masih tinggal dimotel sudah satu minggu, soalnya rumahnya masih dibangun alias belum jadi.
Kang Logan, atuh cepetan keburu nebg Eti dipetik orang ha..ha..ha..
Humor…..
Salam Sibuk
9 Agustus 2007 pukul 1:31 pm |
Hello juga teh Nenen,
oh maaf, kayanya seru bgt mungkin karena bahasanya kali ya soalnya kan saya belum ngerti jd bingung2 sendiri kaya film “Lost in Translation” .
Pindah karena tugas or karena pilih pindah kesana (maaf tanya2)
Neng Eti..,pastinya….,karena dia memang jadi rebutan tapi klo jodoh gak kan kemana kan,bukannya saya pengecut, ceritanya panjang,kalau Tuhan mempertemukan kami lagi bagaimana pun keadaannya saya akan terima, asal bukan istri orang (ha ha ha).
9 Agustus 2007 pukul 3:27 pm |
Kang Logan, aku juga kadang enggak ada yang ngerti bs. Sunda, tapi kalau ngomong sama teman-teman mah bisa, pas kalau ngomong kemasalah yang lebih jauh dalam bs. Sunda, wah… agak repot juga, tapi Kang Jaka Sunda mau jadi translator kita, bener khan Kang Jaka…
Pindah, karena lagi bangun/mengembangkan wisata alam (trailer kamping, tenda kemping, cottage) di hutannya Wayne, kalau lagi musim panas banyak turis yang datang, soalnya kota hunstvile adalah kota wisata alam (Very scenic). Turis mancanegara juga pada datang, banyak yang dari Jepang, korea, Jerman. Masalahnya Canada negara stabil dibidang keamanan, dan yang paling utama termasuk negara maju/kaya, jadi masyarakatnya kebanyakan hidup tenang, terus yang paling aku suka sifat disiplin untuk menjaga lingkungan, dan ramah. Beda sama masyarakat USA, yang kebanyakan sifatnya arogan.
Enggak apa-apa nanya, bagus berinteraksi.
Kalau bisa aku minta alamat email kang Logan, boleh ? kirim saja ke gnenen@gmail.com
Ha..ha..ha.., bener kang Logan jangan ngoyo-ngoyo, cewek banyak!
9 Agustus 2007 pukul 5:57 pm |
wah mumpung ada yang mau bisa belajar nih (salam kanggo kang Jaka)
Boleh.. nanti saya akan bertamu ke alamat email teh nenen
9 Agustus 2007 pukul 6:01 pm |
salam Kanggo juga buat kang Zoen/lembur kuring 2007.
duh belum Assalammualikum sama yang punya blog…..
permisi,
10 Agustus 2007 pukul 12:26 pm |
Diketok aja pintu emailnya kang Logan, dan silahkan masuk ha..ha..ha..
Iya ditunggu, selamat sibuk ria !
18 Séptémber 2007 pukul 4:24 pm |
HIJAU MU DI ATAS BIRU
Tinggi menjulang ciremai bersinar
di ufuk senja mata kias dengan warna
sebagian tubuh mu sakit karna ulahnya
tapi keindahan itu tetap hijaumu
hijaumu di atas biru
berikan kewibawaan atas nama kota
asri seakan kian berseri saat tubuhmu
bergeliat berjati diri
aku merasa gagah saat di puncak mu
aku merasa hina saat tubuhmu terluka
dimana kesadaran itu hilang
manusia naif dengan kemunafikan
hijaumu di atas biru
bangga ku akan elok mu
kian terlantar kah engkau ..?
tikus pates menutup mata
saat kau menjerit meronta
dari bagian tubuhmu yang hilang
….untuk pembalak hutan buka mata buka telinga sadarlah karna hutan/gunung tidak bisa lepas dari bagian hidup kita ,karna dia lah ( hutan;red) yang memberikan sumber mata air bagi kehidupan kita dan banyak lagi yang lainnya . dan untuk aparat pemerintahan khususnya pemkab kuningan lamun tiasa mah / kudu perhatikeun secara intensip nasib gunung ciremai nu akhir2 ieu loba pembalakan liar . gunung ciremai selain jadi maskot kota kuningan gunung ciremai oge anu ngieun masyarakatna manfaat keun sumber daya alam na artina manfaatkeun lahan keur penghijauan ,sanes keur di tebangin pohon2 na tului di jual hasilna lumpat ka oknum2 anu teu tanggung jawab kumaha tah lamun tos kitu ?
kang zoen urangmah gemes da lamun ningali atanapi ngadangu oknum2 aparat pemerintah anu terlibat kana pi liang narakaeun teh … herr…heerrrr…. Beurit …Beurit …beurit,…..beuteung na Buncit . thank
21 Séptémber 2007 pukul 4:24 pm |
Kuningan teh waktos tahun 80-an di Pasapen, bumi aki sareng tembokna teh sok aya lumutan da ku tiis tea, teras lamun enjing-enjing kedah wae ari nganggo jaket teh da ku tiris. Ayeuna Kuningan teh hawana duka kupanas, dina tiis na ge henteu siga kapungkur geuningan.
Walungan Cigede caina geus pikageuleuheun, kitu deui di walungan Citamba teu bisa di kojayan. Aya deui Girang kulon tempat mandi didaerah Citamba=Cigugur anu caina ngagolontor ti handapan kai anu ageung geus teu pikabetaheun.
Di Babakan memeh Windujanten sok aya kajuaraan ngobeng, da etamah laukna teh geuning ku peungkeur da jiganamah lamun di sasimi teh raos kabina-bina ngangge kecap asin tea.
Emut ka rerencangan urang Garut sok dikintunan dorokdok (ramana pengusaha sapatu), peda, jeung sambel peuteuy dikintunkeun ngangge pos ka Niigata-Jepun. Matak ear jalmi dipanggil ku Sacho kedah ka Pos aya kintunan cenah.
Di Pos eta barang diparios di ambeuan aduh bau jurig, “Hora nani kore, kuseee..” ukur seuri bae kuring sabatur-batur.
Kajadian nu geus lami matak nineung matak melang hirup di Kuningan mungguhing barokah ku dongkapna barudak alit anu sumedeng lalucu.
Salam ka anu ngageugeuh ieu blog sareng ka sadaya.
30 Oktober 2007 pukul 12:09 pm |
Hanjuang nu ngabatu….
Duh geulis…hate akang tiris ku hujan kapeurih
Ngagerih ati sumarambah kana bayah
Ragab ka wanci era ku duriat nu ngancik
Terus miharep simbut panyinglar katresna
Ti anjeun tempat pangulinan lamunan
Kabeuweung kamana bae hate ngumbara
Kawengku ku laku jadi baju saestu
Duh geulis ..hate akang tireb ku ibun kasepi
Lieuk dengeun ragap taya
Mapay dahan panangeuhan taya kaharti
Kacinta anjeun ngan ukur patilasan lamunan
Singkur saukur gugupay hate nu ngahelas
Duriat hate jadi hanjuang nu ngabatu
Ciciren kamelang samoja kacinta
Kangge Py… Jl. Wijaya hapunten akang….
2 Nopémber 2007 pukul 10:09 am |
Kuningan…
Kuningan 2x
Kota yang permai 2x
Sungguh indah nian kota Kuningan
Disana 2x ku dilahirkan, ku dibesarkan
Sungguh indah nian kota Kuningan
Balong Dalem, Cigugur, Waduk Darma
Linggarjati, Cibulan, Sangkanurip
Itulah 2x tempat wisatanya
Sungguh indah nian kota Kuningan
2 Nopémber 2007 pukul 9:03 pm |
pepedut murungkut, basa hibar sumirat manceran
ciibun nyalangkrung sesa janari na pucuk edelweiss
nganteur kageugeut kanu asri na pamulas rasa
nu ngagupay ucang angge na kongkolak panineungan,
2 Nopémber 2007 pukul 9:05 pm |
waas ka kuningan, kabali geusan ngajadi….
14 Nopémber 2007 pukul 3:24 am |
Kanyaah Indung Bapak
Gubrag ka alam dunya, kocéak dengékna jéntré meupeuskeun jemplingna peuting.
Disanggap ku cireumbay kabungah nu jadi kolot.
Renghap-ranjugna indung nu ngalahirkeun,
Kahariwangna Bapa anu teu aya watesna
Kaubaran ku ngagoakna ceurik kuring.
Belenyéhna seuri kuring matak gumbira anu jadi kolot,
Réngkak polahna kuring jadi bahan gogonjakan anu jadi kolot.
Waktu kuring nandangan lara kolot kuring bingung anu teu aya hinggana,
Teu kuat ngabendung kabingung indung kuring nyegruk ceurik.
Ningali kuring kasampak gering bapa kuring ngahelas bangun nalangsa, nalangsa pinuh ku kanyaah.
Basa kuring geus jadi nonoman, teu saeutik kuring boga masalah
Kasaha deui mun teu ka kolot kuring, kuring ngadu
Bapa kuring anu ngabébérés masalah kuring
Indung kuring anu ngupahan rasa kasedih kuring
Ayeuna kuring geus gedé
Ayeuna kolot kuring geus rarempo
Asa can pernah kuring mulang tarima
Nu aya ngan ngaririweuh jeung méré kapusing anu jadi kolot
Boh indung kuring atawa bapa kuring
Dugi ka ayeuna kanyaahna teu pegat-pegat
Kajeun jauh ditungtung lembur
Kajeun anggang ti pakarangan
Kanyaah indung bapa kuring tetep pageuh teu aya watesna
Duh… Ema, Bapa hampura kuring
kuring teu acan tiasa mulang tarima kanu jadi kolot
20 Nopémber 2007 pukul 8:21 am |
kuningan kiwari
kawali nu jadi asal
asal muasal legenda Dyah Pitaloka Ratna Citra resmi
putri sunda
putri panggeulisna sa-Nusantara
26 Pébruari 2008 pukul 7:05 am |
aslmlkum, siapa yang nolongin aku…?, aku Arie Yunus lagi nyari temen lama banget (15 tahunan ago)namanya Nenk Ella Komalasari (Ella), nomor rumahnya yang dulu (ga tau sekarang) 51 di desa Legok (deket mesjid), terakhir kita kontak taun 94-95an. Kalo ada yang kenal and tau informasi tentang keberadaannya (keluarganya) tolong ngubungin aku di email: syafariy@yahoo.co.id atau no hp-ku 081340464220. tolongin ya..please.buat yang punya situs makasih banyak, udah ngeropotin nih.wassalam
7 Juni 2008 pukul 5:42 am |
Kamari aya nu ngaguruh ti tonggoh…
Kamari aya nu ngaguruh ti tonggoh…
Poe eta sareupna…
kolot, budak, rumaja, awewe, lalaki, nu beunghar, nu miskin, nu gede, nu leutik, nu jangkung, nu pendek, nu geulis, nu kasep, nu gareng, nu sampurna jasadna, nu tampa daksa, nu pajabat, nu rakyat leutik, nu pinter, nu bodo, nu bageur, nu durjana, …..kabeeeehhh… sakabehna…
tingjaranteng…nempo ka beulah kulon…
aya anu ngaguruh, ditimpahan anu tingjorelat….
…………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………….
duka ti masjid mana……
aya nu adan….
……………………………………..
sawareh bubar…
emak kuring ngaharewos….. “beu kasep, tos teu aya nu nu ngaguruhna”………
ti harita…….
unggal sareupna…..
kuring neuteup cireme….
unggal sareupna…..
kuring ngagerentes dina ati….
“Gusti, naha anjeun nu ngaguruh….???”
“Kabeh jalma dumadak kumpul neuteup ngulon lebah cireme harita…. teu apal nanaon, ngan ukur neuteup…..”
Windujanten, Waktu Keur Aya Anu Ngaguruh Tukaeung Cireme beulah kulon
13 Juni 2008 pukul 2:51 am |
Pa….
Mun Bapa aya keneh dikieuna….
Tangtu kuring bisa nanyakeun….
Gerntes pikir kuring ..
Naha jadi bancangpakewuh jalma-jalma…
Naha pagandeng-gandeng sora jalma-jalma….
naha silih carek jalma-jalma…
naha silih ala pati jalma-jalma…
Naha kudu kitu jadi jalma…
Silih omongkeun…
silih adukeun…
silih carek…
silih ala pati…
silih aniaya….
pa….
mun bapa aya keneh dikieuna….
18 Juni 2008 pukul 6:11 am |
Tutur saur ti buhun…
Riksa kana jaman kiwari….
pieunteungeun kana sajarah budi alus gorengna manusa…
Tapak lampah….
pikeun jalan….
nempuh hirup pageto.
Kitu manawi
18 Juni 2008 pukul 11:44 am |
Sok emut ka guru spritual pribados Pa KH. Unu ti Sukamulya-Garawangi, upami maos tulisan Mang Jasu.
Komo tulisan “mun bapa aya keneh dikieuna. . .” ras pribados emut ka almarhum pun bapa.
Mangkat ray datang reup berjuang ngabelaan anu sakola,
giliran pribados geus rada mernah, kaburu ninggalkeun
meureun kitu titis tulisna, nuhun Mang Jasu kana pangemut-ngemutna
18 Juni 2008 pukul 3:31 pm |
Da enya pisan kang dadang…!
22 Juni 2008 pukul 11:39 am |
duh..raosna peyeum kuningan..komo deui eta tahu na.
mung hanjakal tahu peci tos tutup harita teh.
23 Juni 2008 pukul 2:35 am |
Enya, upami salse mah nya harita teh. Insya allah ke pendak deui nya di Bandung Teh..!
25 Juni 2008 pukul 8:41 am |
OH TUHANKU.
Janganlah Ibadahku merusakkan Aku….
Oh Tuhanku,,,,,,,,,,,,
Janganlah ibadahku merusakkan aku, Begitu juga janganlah kebaikanku
membuat aku durhaka kepada-Mu.
Ya Allah jadikanlah kekuranganku menyelamatkanku, Kelemahanku menjadikan
aku merendahkan diri kepada-Mu
Dan itulah yang menjadikan Engkau cinta kepadaku
Ya Allah jadikanlah seluruh kebaikanku untuk keredhaan-Mu, Bukan untuk
menginginkan Surga-Mu
Jadikanlah setiap kebajikan yang aku perbuat, membuat aku merasa sedih
dengan kekurangannya,
Janganlah kebaikan itu menjadikan aku senang dan tenang, dan hilang
ketakutanku kepada-Mu
Aku berlindung kepada Engkau , Ibadahku menghijab antara Engkau dengan aku
Ia akan menjadi bala bagiku tanpa aku sadari dan tanpa aku ketahui
Oh Tuhan,,,,,,,,, Janganlah dengan Ibadah dan Kebaikan aku jadi muflis
ketika bertemu dengan-Mu
Ya Allah janganlah pujian dan cercaan orang kepadaku, membuat aku berdosa
karenanya
Tetapi jadikanlah keduanya pahala bagiku, bukan menjadi bala kepadaku
Oh Tuhan……… Engkau tanamkanlah kepadaku setiap aku berbuat baik aku
merasa berbuat dosa,
Agar aku tidak berbangga lagi dengan kebaikanku, Bahkan lupakanlah aku
dengan segala kebaikan yang pernah aku perbuat itu, seolah-olah aku tidak
pernah berbuat kebaikan itu
Oh Tuhan… ……Selamatkanlah aku dari perbuatan dosa yang memang berdosa
Dan janganlah kebaikan yang aku perbuat menjadikan aku berdosa dan durhaka
kehadapan-Mu.!!!!!!!!!!
Semoga ada manfaatnya amiiiiiiiiiiin.
25 Juni 2008 pukul 4:17 pm |
Kang Syamsuha, upami tiasa mah kintunkeun puisina ka email abdi gnenen@gmail.com, hoyong dipasang di blog puisi abdi
Atau upami diijinan mah bade dicopy langsung tidieu teras di pasang blog puisi abdi
Nn G
26 Juni 2008 pukul 12:07 am |
Mangga Teh teu sawios-wios
11 Juli 2008 pukul 7:50 pm |
Assalamualaikum kasadaya urg kuningan nu micinta kuningan…nepangkeun, abdi lahir d Linggajati, SD d Lgjati SMP+SMA d Cilimus, lulus SMA th ‘88, trs k Bdg ngadon damel, kuliah, mendak jodo, beranak pinak..dugi ka ayeuna,teu karaos tos 20 taun sim kuring d Bdg…tp tetep, moal aya nu tiasa ngarobih rasa cinta abdi ka Linggajati, ka Kuningan..tos jnten cita2, hyong ngeusi hari tua d lembur, hyong manfaat kanggo lembur…duh Gusti, kabulkeun du’a abdi…Amin
8 Désémber 2008 pukul 10:46 am |
Dear All,
“Wishing You Happy Iedul Adha Mubaraq 1428 H”
Best Regards
Heri Abdiwikarya
Democratic Republic Congo Center Afrrica
6 Pébruari 2009 pukul 11:53 pm |
Ukur gerentes angin anu teu weleh ngarobeda
ngorobet hate ngaluarkeun sagala eusina
duh, naha beut ukur na simpe peuting anjeun ngararajet ieu hate teh? Boa isuk boa pageto kuring ngabugang bareng jeung rajetna hate kuring
estu kuring gering ku pikir estu kuring melang tur nineung
Kuningan omat kuring titip ieu gerentes ka anjeun
sabab kuring geus teu kuat
sabab cai mata teu weleh ngalembereh nahan ieu ka nyeri…
_A.N Sudarna_
CIBUNUT CITY
7 Pébruari 2009 pukul 12:15 am |
Baheula waktos abdi di kampung, papendak sareng mojang jandela, ti seret eta nugi ayeuna eta abdi teu tiasa hilap ka anjeuna. Ayeuna anjena nembongan deui tapi sesah di ajak pateupang, kawas baheula ngan ningali dina jandela kaca.
7 Pébruari 2009 pukul 1:59 pm |
[khusus kangge 0m Eddie anu linggih di Jakarta]
Karaos ayeuna mah hirup ngan ukur tiasa nyuat2 harepan ku panglamunan. Neupungan kahayangan tina impenan. Sabada hudang ngorejat, ukur tiasa ngusap hate anu kuciwa. Kuciwa ku dua ku tilu. Teu aya nu malire. Boa, naha isuk rek panggih deui jeung hirup moal ‘nya? Ah, harepan pupus teu ka urus. Katulangsara euweuh nu malire. Isuk peuting teu weuleh ngajentul. Ngorobet hate neangan jalan hirup nu can kapanggih.
Ret kagigir lain dulur. Bade ningali kahareup lain kiceupeun. Da puguh hirup di leumbur batur. Gawe ukur ngubaran hate. Nalangsa ka bina-bina. Lamun mah rek kedal ka anjeun, rek wasa kurin menta tulung.
Tapi beu, geuningan teu wasa ku kaera. Da anjeun sanes sasaha. Ah, samet ayeuna mah kuring rek diajar tungkul kana tunggul rek tanggah moal baha loba carita. Tapi beu, naha ieu cipanon teu weuleh ngalembereh? Naha kunaon atuh nya? Euleuh deudeuh teuing naha beut kieu hirup teh?
p/s: 0m, upami baca tulisan ieu omat teupungan kuring…..
_A.N Sudarna_
d/a kampung cibunut blok kaler no 19 rt/rw 17/003 kec garawangi kuningan 45565
10 Pébruari 2009 pukul 11:53 am |
de cibunut insya Alllah ku abdi dikintunan buku budi daya lele tea, sareng ieu aya sakedik ti 0m :
Hanaang
baheula kuring tumanya :
saha bapa aing teh..
da geuning ngan aki nu mepende..
kamana indung kuring…
da ngan aki nu ngamumule..
grentes hate..beu boa-boa aing teh…
mapay laratan
dina jalan onu sapotong
aya rel kahirupan..anu kapotong ku satiap stasion
manggih eurih..
kacegat balai..
lapar abdi teh gusti..
hanaang abdi teh gusti..
haneut keukeupan aki..karaos ku abdi
pageuh cekelan panangan aki..ngajaga abdi
nya kudu naon abdi mulang tarima gusti…
galengan hirup
bala ku dosa..harieum ku lalampahan
nincak seukeutna kujang bari ramo getihan
kamana nya muntang..kamana nya ngubaran
da geuning cacat hate teh..hese di bebenah..
kajeun!!
da bongan aing..kuma aing..
ngorejat pedah ngimpi nu teu puguh,..
naha ngimpi ieu teh..boa-boa…
ras kana lalampahan, ah moal enya!
piraku kugedena dosa kuring kituh..
yap kadieu..kadieu…
aya sora tan katingal wujud
sampeurkeun ulah..
tuh kaditu..ka katuhu..
ka jalan anu loba batu..
geura lampah ku hidep..
geura make sapatu kahirupan
sugan aya caang nu kapanggih…
10 Pébruari 2009 pukul 2:03 pm |
Hatur nuhun 0m endang ku kasaean nana. Bungah abdi teh. Ieu kuring gaduh gerentes hate:
# HARÉPAN #
Kuring terus-terusan ngajiprek tina hiliwir na angin, ngawut-ngawut sajarah kahirupan, nilépan kasangsaraan dina pucuk-pucuk kagumbiraan, nyoretan masa depan anu pikasebeleun….
Kuring teu bisa indit ti dieu. Kuring nungguan anjeun datang bareng jeung pangharepan anu minuhan sagala kahayang kuring. Jeung deui kuring hoyong nuntaskeun neangan jati diri anu ngalembereh tina dampal sampean, anu lebur bareng jeung cai panon.
Unggal poe pangharepan ieu di bawa ku kuring. Teu bisa di tawar deui
Tapi kuring geus masang kapastian tina hirup kuring:
” keur nepungan hirup anu sae, kuring kedah janten diri kuring sorangan ”
_A.N Sudarna_
27 Pébruari 2009 pukul 1:56 pm |
Hayang meunang ulah maksa, ulah miboga da lain ajangna, ulah tandasa matak binasa bisi dibendon kunu kawasa, sing hade hate engke ge dibere da Alloh Maha Murah
14 Maret 2009 pukul 3:16 am |
Serius: Mode on
Buruk-buruk papan jati
tulisan buruk jangan di hina.
tos sakitu bae pantun ti abdi..hampura ngan bisa sakitu eta oge karangan pribadi.
14 Maret 2009 pukul 9:24 am |
Om Endang A. Sutisna kamana? Tos lami om heunteu medar… Nuju sibuk sugan?
16 Maret 2009 pukul 9:16 am |
tatarucingan !
budak leutik ngambay peujit naon ??????
kirim jawaban ketik reg spasi jawaban kirin ka saprida_sudirman@yahoo.co.id
16 Maret 2009 pukul 9:19 am |
nepangkeun kasadayana ! abdi giringan ulubiung ah…!
teh nenen, diplong, rudiana, m rohmat, kolor ijo, sadayana bae lah punten nu teu kasebat.
16 Maret 2009 pukul 9:48 am |
Dupi teteh ti palih mana? Putra saha…saderek saha manawi abdi uninga.
16 Maret 2009 pukul 4:43 pm |
JANGAN LAGI KAU MENANGIS UNTUK KU
Tiada lagi yang kau cari disini
hati ini tlah kau dustai
sekian lama kesepian ini
tanpa sebab cintaku kau nodai
Biarlah kini kucoba menyayangi
sebuah nama penggantimu
kuhapus sudah kenangan yang lalu
jangan lagi kau menangis untuk ku
REff. Untuk apa kau tangisi
untuk apa kau sesali
bukan kah bahagia kau yang menodai
biarlah kucoba lagi
mencari bunga pengganti
diantara keping keping cinta ini
Bilang hitam kalau hitam
bilang putih kalau putih
katakan lah sayang
bila kau sayang padaku uhhh
Lupakan lah semuanya
lupakan lah segalanya
aku rela demi tuk kebahagiaan mu.
Sebuah lagu dari Rano Karno.
Buat semua nya yang punya Nostalgia dengan lagu ini
16 Maret 2009 pukul 10:44 pm |
Kang maman, hanjakal kuring masih belum cukup asam garam pikeun ngalenyepan naon eta anu namina nostalgia. Paling2 kuring ayeuna sok ngarasa nyeredet upami mireung lagu anu nyokel diri jeung takdir. Pernah nguping lagu iwan fals anu judul na sarjana muda? Sok sedih teh. Atanapi lagu na ebiet g. ade anu judulna titip rindu buat ayah….. Da ari soal masah hate/cinta mah masih keur dijalani heheh… Tos lami nembe medar, kamana bae kang maman teh?
17 Maret 2009 pukul 8:43 am |
Aya kang Cibunut, puguh kamari teh aya 3 dintenan mah LK teu tiasa di buka di komputer abdi mah, teu konek konek, tapi tos dipasihan sarandu cikopi amis jeung pait mah ngadadak LK teh nonghol deui,kudu di suguhan komputer teh. Kang Cibunut, lagu diluhur teh dirilis taun 90 an pami teu lepat mah, pami di pilari di imeem.com pasti aya, kang Cibunut pernah mireng lagu Tommy J Pisa ?
17 Maret 2009 pukul 8:51 am |
Tommy j pisa lagu kenangan abdi waktos nuju di garut antawis 2001-05. Laguna melankolis pisan. Komo lagu anu judulna ‘dibatas kota ini’ raraosan teh asa nyuat2 kahirupan kuring. Pas pisan kangge ngalamun mah heheh…. Naha akang oge resep kang?
17 Maret 2009 pukul 8:57 am |
CINTA DI BATAS KOTA (Rubrik Catatan)
17 Maret 2009 pukul 9:45 am |
Mangga kang Cibunut, wilujeng ngalamun, tah laguna ku abdi tos di serat. Sok kagagas mireng lagu eta teh, emut ka popotongan baheula waktu keur sakola, naha kenangan eta teh rek balik deui kitu?
17 Maret 2009 pukul 10:12 am |
Kang maman naha kenangan teh aman pikeun di hayati? Akh, kuring janten emut kana hiji buku kumpulan puisi pamasihan wanoja anu pernah ngaruntagkeu hate kuring, bareto, sateuacan putus. Teu sanggup kuring pikeun macana deui oge. Tapi aya hiji puisi anu pernah dibaca kukuring ngolebat: Adam dan sisiphus ta mesti hidup kembali, begitu juga sejarah dlm kebisuan matamu, “Barangkali kenangan dicipta utk abadi”
akh, enya kang man, tetela ayeuna mah hiji2 na hak pikeun kenangan teh nyaeta diingeut….
17 Maret 2009 pukul 1:10 pm |
Sok lah Kang Maman, bernostalgia. Sok emutan jaman lagu – lagu kapungkur, manawi aya kenangan sareng si manehna. Aya Tomy J. Pissa, Jamal Mirdad, Rano Karno, Paramitha Rusady (Nostalgia SMA), Obie Mesakh (Malu aku malu, pada semut merah,…….Kisah Kasih di Sekolah), Ratih Purwasih (Yang…Hujan Turun Lagi), Nicky Astria (Lentera Cinta)…..
Mangga bernostalgia, kanggo ka usia 40 taun ke atas…
17 Maret 2009 pukul 4:20 pm |
Teu kenging di hayati terlalu dalam atuh kang Cibunut, ke malah randutdut ci panon geura tah, emut ka si manehna.
17 Maret 2009 pukul 4:31 pm |
Muhun kang Icuk, sok asa baluas emut ka jaman eta mah, komo mun mireng lagu Lentera Cinta na NICKY ASTRIA mah , Januari yang Biru- Andy Merriam , Terlambat sudah-Poppy Mercury, Rela-Inka Cristy, Berlayar tak bertepi-Inka Cristy,Setitik Air-Conny Dio,Kisah buku harianku-Paramitha Rusady, JRT. Lah matak waas hate meni ngarakacak.
21 Maret 2009 pukul 2:50 am |
aduh kang maman wahyu !!!!!
laguna mani mawa perasaan abdi ka jaman sakola kapungkur. mun teu salah taun 1986 eta teh nya ?
inget sapayung berdua jeung manehna ti maleber ka parakan ma’lum da tukang sado tara daekeun narik lamun hujan teh. jaman harita can loba ojeg oge.
duh gusti geuning geus kolot jisim abdi teh ..!!
tereh meurennya ……..
nepangkeun ti abdi kang
nungageugeuh alun-alun desa parakan putra bp ulis dirman.
budak ci bunut teh saha sih ?????
nuhun ah
30 Séptémber 2009 pukul 10:31 am |
leres pisan kang Sapri, matak waas jaman eta mah, sok hayang mulang deui ka jaman harita, gusti nu maha agung pangningtrimkeun ieu hate nu ngacacang ka waktu katukang. Kang Oman di Garawangina palih mana ?
30 Séptémber 2009 pukul 10:21 pm
Ceuk abdi oge urang nostalgiaan, kang Maman
21 Maret 2009 pukul 7:14 am |
Kang saprida, abdi sering ka parakan. Ti cibunut kuring jalan ka gewok, garunggang, cikahuripan, parakan. Resep dupi diparakan teh ningal abg di paleubah masjid heheh… Meureunan, akang ge pernah ningali kuring. Kuring ari ameng ka parakan teh ngangge shogun beureum. Akang sok mirengkeun raflesia fm walahar? Tah teu bireuk deui abdi teh anu katelah alex shogun. Dupi akang gaduh wargi kang di cibunut heunteu?
2 April 2009 pukul 7:52 pm |
HARAPAN & DO’A
Sehari tak melihat kamu, hati ku seakan Mati
Seminggu tak memandang Wajah mu, jiwa ku seakan terbelenggu..
Harapan ku, smoga kamu bisa kembali dalam kehidupan ku
Do’a ku, semoga kamu slalu dalam lindungan Nya
Sungguh hidup ku trasa hampa tanpa mu
Hari2 ku trasa layu tanpa hadirmu
Ku mohon datang lah pada ku..
Aku tak bisa hidup tanpamu…
tangan & kaki ku seakan kaku
sekali lagi, datang lah pada ku
wahai tukang Urut ku… (kang diplooooo..ooooonggg)
25 Séptémber 2009 pukul 1:33 pm |
Duh gusti… hanas anca maca teh… geuningan tukang urut.. tapi siiplah..
Mengembalikan Jati Diri Bangsa
5 Oktober 2009 pukul 10:29 pm
heueuh hanas dibaca mani uleng, geuning anu kabungbulengn ku tukang urut anu namina nini raswi ti bulak panday totogan gunung cidrutung deukeut tangkal hanjuang lumayung ti lembah ciremai. tapi alus genah eta pupuh teh…………………………………………. ?
20 Méi 2009 pukul 1:03 pm |
congkog..duhai congkog…… tempat kapungkur urang ngarengkol…duh panineungan congkog
9 Nopémber 2009 pukul 12:22 pm |
Kamarana yeuh urang Kuningan, utamina urang Ciwaru sareng Luragung ?
Mangga nyanggakeun hatur lumayan kanggo dilenyepan sareng kanggo Muhasabah
Bunda ……….
————–
Tos Dialihkeun kana rubrik catatan
17 Nopémber 2009 pukul 6:20 pm |
Bismillah..alhamdulillah..Allohummma saliala Muhammad
Ya Allah …
Pagi ini aku menghadap dan mengadu kepada Mu dalam keadaan hina dan nista
Pagi ini juga aku merangkak bersama dosa-dosa yang menyelimuti tubuhku
Ijinkan aku menyampaikan isi hati ku disela-sela sisa umur ku
Pada umurku yang sudah tua ini
Tak banyak yang ku perbuat untuk agama Mu
Dan tak banyak pula sunah-sunah Rasul Mu yang ku ikuti
Aku tahu Engkau Maha Pengasih dan Penyayang
Aku tahu Engkau Maha Pengampun segala dosa hamba Mu
Walaupun dosa itu sebanyak buih di lautan
Banyak sudah peristiwa yang aku alami
Pahit … manis … suka … duka …
Semua itu pernah singgah dalam perjalanan hidup ku
Ya Allah …
Kini sangatlah berbeda dengan aku dahulu
Kini berada dalam kekalutan dan kegelisahan
Hanya Engkau semata yang tahu apa yang kurasakan
Saat ini aku tengah menghadapi ujian dari Mu
Ujian terberat yang tak pernah ku rasakan sebelumnya dalam hidup ku
Ujian yang hingga saat ini belum ku temukan jawabannya
Aku sadar bahwa setiap cobaan hidup itu ..
Merupakan bentuk dari kasih sayang Mu terhadap hamba Mu
Dan aku juga sangat yakin …
Kalau Engkau tidak akan menguji hamba Mu diluar batas kemampuannya
Ya Allah …
Ampuni jika dalam hati ku terbesit prasangka buruk terhadap Mu
Ampuni jika dalam hati ku meragukan sifat Rahman dan Rahim Mu
Ampuni jika aku tak sabar menghadapi berbagai cobaan hidup
Ya Allah …
Hanya kepada Mu lah aku memohon pertolongan dan berserah diri
Karuniakan lah kepada ku Rahmat .. Taufik dan Hidayah Mu
Berilah aku petunjuk agar aku menemukan jawaban itu
Ya Allah …
Berilah aku kesabaran dan menghadapi ujian ini
Dan ampunilah jika aku tidak sabar dalam menghadapinya
Aku juga ingin hidup tenang, bahagia seperti hamba Mu yang lain
Karena itu kabulkan lah permohonan hamba Mu ya Rabb
Amiiin…ya allah….Allohumma aamin
20 Nopémber 2009 pukul 1:45 am |
ngiring bingah abdi urang kuningan
20 Nopémber 2009 pukul 6:54 am |
Hatur nuhun, mangga linggih.