Lemburkuring2007

REMAJA TEMARAM BULAN BIRU

1 Pairan

Angin malam mengacak-ngacak rambut hitam panjangnya
Gadis remaja tigabelas tahun, menembus kristal malam
Bergaun merah jambu berlari-lari dalam temaram bulan biru
Remaja malang yang akan dipersunting seorang tua kaya raya
Dijanjikannya posisi ratu diistananya diantara selir-selir
Bergejolak emosinya, sang gadis remaja menolak, dia menolak

Tak seorangpun mengerti akan perasaan sucinya sedang merana
Dalam ungu langit hatinya, dia menangis dan terus berlari
Memanggil pujaan hatinya, “Sayang aku datang untuk dikau!”
Nafasnya tersenggal-senggal, dia berhenti didepan rumah kecil
Ada satu titik terang pijar lampu biru disebuah kamar
Dia mengambil satu kerikil lalu dilemparkan kejendela kaca itu

Bibirnya tersenyum diantara butiran kilauan air matanya
Ketika pandangan matanya menangkap sang pujaan hati
Lelaki remaja limabelas tahun melompat keluar dari jendela kamarnya
Dengan gairahnya dinuansa sendu dia berhambur memeluk sayang
Dihening cinta dan gejolak hangat asmara, berdebar jantung keduanya
Saat mata saling beradu pandang, dengan damai dikecup bibir mekarnya

Sepasang remaja memadu kasih berpelukan mesra diirama desiran daun
Kilauan emas bintang-bintang berkilatan dimega kelabu menjadi saksi
Kisah cinta dalam kecemasan namun suci dan terbalut kejujuran
Bayang sepasang kekasih remaja tercipta gelap menembus hamparan rumput
Disandarkan kepala gadis remaja kebahu sang pujaan sambil berucap terisak pilu
“Bawa aku pergi keduniamu, aku tak sudi disuntingnya…”.

Deruan sebuah mobil hitam mewah berhenti disimpang jalan depan rumah kecil
Lelaki tinggi berjaket hitam bodyguard sang tua kaya raya mengarahkan pistolnya
Gadis remaja berlari mencoba menghalau peluru panas kearah kepala yang terkasih
Tertembuslah dadanya berulang-ulang hingga dia terkulai jatuh diaspal simpang jalan
Darah merah segar melumuri tubuh mungilnya, matanya menatap haru kekasihnya
Lelaki remaja teriak histeris merangkul tubuh yang terpuja sambil mengutuk

Wajah gadis remaja tersandar didadanya, sekujur tubuhnya merambat dingin
Merembas tetesan darah dari ujung bibirnya, namun tetap tersenyum damai
Kabut putih bergulungan datang dari puncak bukit memutihkan tragedi malam
Dibuka matanya terlihat pasrah sambil menatap warna langit gelap keunguan
Wajah polos cantiknya memucat putih, jemarinya meraba wajah kekasihnya
Dia berbisik lemah berucap pesan misteri ditelinga yang tercinta

“Sayang, nantikan aku disetiap malam temaram bulan biru…”,
“Ditemaram bulan biru…”,
“Aku akan datang untuk dikau!”.

Nenen Gunadi (NG)
Edmonton, Dec-04-08 15:16 pm
AB, Canada

One thought on “REMAJA TEMARAM BULAN BIRU

  1. Meni nyeredet hate akang mah maos seratan di luhur……………

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s