Lemburkuring2007

Surat Untuk Sahabat

1 Pairan

Catatan : BudakCibunut

Sahabatku, aku memohon maaf karena telah lalai dan lama tak berkabar padamu. Bukan apa – apa, sebab aku sendiripun bingung dengan keadaanku sendiri. Tak cuma soal yg kuhadapi dan tempo hari pernah kuceritakan. Tapi ada persoalan baru yg entah mengapa serasa menguras isi pikiranku. Sepertinya masalah itu selalu saja dekat dengan sisi hidupku.

Dan kembali aku mengingatmu malam ini. Entah sedang apa kau diseberang sama. Mungkin kau telah mengalami hari-hari menyenangkan atau sebaliknya. Ataukah kau telah menemukan keajaiban2 hidup yg baru?

Sahabat, baru beberapa hari ini aku merasa begitu dekat dengan pengalaman2ku. Sepanjang hari2 itu aku coba merenungi. Meskipun aku gagal mengambil sedikit makna darinya, tapi setidaknya aku telah bisa sedikit toleran dan lebih bisa menghargai diri sendiri.

Hidup bukan rahasia. Tetapi kedalamannya tak juga dapat kuselami. Aku telah cukup rasakan kesesakan masa muda ini, tetapi aku sendiri tak dapat mengalahkan egoku sendiri. Aku sudah seperti rumput, yg layu sebelum dicabut, yg tidak digenggam tangan penyabit.

Apakah aku telah tinggi hati dan memandang dengan sombong kehidupan ini? Mungkin aku terlalu mengejar hal yg terlalu besar dan hal2 yg terlalu ajaib bagiku. Sesungguhnya, aku telah memenangkan dan mendiamkan jiwaku ini, wahai sahabatku!

Kini kesusahan sedang menelitiku, dan kegentaran terhadap dunia menimpaku, aku mengalami kesesakkan dan kedukaan. Kini aku berkata dalam kebingunganlu: “Semua manusia pembohong.”

Sahabatku, janganlah sembunyikan wajahmu itu pada hari aku tersesak. Hari2ku sudah seperti bayang2 memanjang, dan kegairahanku layu seperti rumput.

Baiklah, inilah kata2 terakhirku sebelum aku menuntaskan surat ini. Taukah engkau sahabatku, kenapa laut mati itu mati? Yg aku tau sebab laut itu terlalu banyak menerima dan tidak pernah memberi. Jangan lakukan hal yg sama. Pada hari ini, ceritakan kepada seseorang apa yg telah aku tuliskan. Bagikan cerita ini dan kau akan bahagia.
Dari sahabatmu,
A.N_Sudarna di cibunut….Bu

One thought on “Surat Untuk Sahabat

  1. Ada beberapa hal yg menyentuh dari perpisahan: jarak, airmata, dan juga kerinduan. Maka ketika perpisahan membentang jarak, adakah kita tau bahwa saat itu hati kita mulai dilanda dilema?

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s