Lemburkuring2007

Bioetanol Bahan Bakar Ramah Lingkungan

8 Pairan

MELAMBUNGNYA harga Bahan Bakar Minyak (BBM), telah berdampak terhadap naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat. Oleh sebab itu, berbagai langkah sedang dicari baik oleh pemerintah, lembaga swasta serta institusi lainnya guna memecahkan permasalahan tersebut.

Kabupaten Kuningan, ternyata diam-diam telah merintis untuk mencari penganti BBM dengan memanfaatkan bahan baku nabati atau Green Energy (energi hijau). Perintisan yang dilakukan oleh Patriot Effendi, warga Kuningan, mendapat sambutan dari pihak Pemkab Kuningan.

“Memang cadangan bahan bakar minyak akan semakin menipis, dan hanya mampu bertahan untuk tiga dekade ke depan. Akibat faktor ekonomi, bahan bakar minyak bumi harganya fluktuatip, bioethanol ini di Indonesia sangat potensial,” kata Asisten Pembangunan Setda Kuningan, Drs. H. Kuswandy, M.Pd, belum lama ini.

Menurut Kuswandy, di Kabupaten Kuningan energi alternatif ini sangat mungkin untuk dikembangkan. Selain bahan bakunya tersedia, juga jumlah petani pun lebih dari 1.668 orang sehingga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat para petani itu sendiri.

“Diharapkan untuk sementara di tiga kecamatan sebagai sentra ubi kayu yaitu Kecamatan Darma, Ciawigebang dan Cilebak dapat menjadi percontohan Desa Mandiri Energi,”jelasnya.

Sementara itu, menurut Irfan, pada Seminar Bioetanol di Kuningan beberapa waktu lalu, masyarakat dapat melepaskan ketergantungan BBM. Mengingat bahan dasar pembuatannya tersedia sangat banyak di sekitar kita, antara lain jagung, sorgum, dan tebu.

” Pemerintah akan menghemat Rp. 46,47 Milyar per hari, suatu jumlah yang sangat besar dan pemerintah dapat menggunakan dana tersebut untuk pengentasan kemiskinan,” kata Irfan

Menurut data statistik pemakai premium di Indonesia sebesar 158.900 kilo liter per hari. Bila di Indonesia menggunakan bioetanol sebesar 10 persen saja, lanjut Irfan, maka akan dihemat 15.890 kiloliter per hari. Pemerintah memberikan subsidi bahan bakar premium sebesar Rp 3.000,- per liter artinya i setiap hari akan menghemat 15.890 kilo liter premium hemat sekira Rp 47,67 Milyar.

Senada dengan Patriot Efendi, perintis bioetanol di Kuningan, bahwa Kab.Kuningan berbasis di pedesaan, dengan 32 Kecamatan 360 Desa, dan 15 Kelurahan merupakan potensi besar. Masalahnya, kata Patriot, bagaimana masyarakat mau berpikir bahwa ini adalah energi yang ramah lingkungan, disamping akan menyerap tenaga di daerah. *

.

8 thoughts on “Bioetanol Bahan Bakar Ramah Lingkungan

  1. saha anu hayang hubungan jeung pak ivan di jakarta sok mangga hubungi langsung ke 021 33166675 atawa 0811867292
    abdi anu kerjasama sareng pak patriot efendi keur ngayakeun seminar di kuningan. ngaran abdi sanes irfan, tapi ivan,
    hatur nuhun sadayana

  2. Kalau Boleh saya mau mnt No hpnya ya pak!! Saya ingin berbicara langsung dengan bapak Pembuat Bio etanol!! Ata ulewat Chatting aja di rungkut_12@yahoo.co.id

  3. Gaduh tanah min. 5 ha. ga? buat melak sampeu

  4. Ini perlu kita syukuri sebagai anugrah dari Allah melalui P` Patriot, semoga sukses namun ada yang yg mau ditanyakan bahwa diatas disebutkan sebagai pengganti BBM apakah ini mencakup semua BBM atau gimana, terima kasih.

  5. semoga terobosan baru ini segera terealisasi

  6. Alhmdullh . . . hayu urang dukung rintisan Pa Patriot Efendi
    energi alternatif bioetanol ramah lingkungan cocok kanggo Kuningan ASRI
    pasti langkung ASRI

  7. memang kita sangat membutuhkan bahan bakar pengganti bbm, tapi bagaimana caranya ya, tolong di tuliskan juga cara cara nya , terima kasih.

  8. Pingbék: Bioetanol Bahan Bakar Ramah Lingkungan | Catatan Blogger Kuningan

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s