Lemburkuring2007

Antara Alam dan Manusia

1 Pairan

Catatan : Santobri

KETIKA saya sedang duduk melamun di suatu tempat pinggiran kota Pekanbaru, terbayang tadi malam nonton TV ada sebagian warga di daerah Jawa sana yang berebut air bersih jatah pemerintah akibat kekeringan yang begitu panjang.

Lantas saya teringat daerah Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan dan sekitarnya termasuk kampung halaman yakni Desa Pananggapan,Kecamatan Banjarharja, Kabupaten Banjarharja, Jawa Tengah yang merupakan perbatasan antara Propinsi Jawa Barat dengan Jawa Tengah.Daerah itu sangat potensial mengalami kekeringan.

Sungai Cijangkelok, termasuk sungai utama di Cibingbin yang dulu merupakan sumber kehidupan dan menyenangkan. Airnya mengalir tak mengenal musim. Ikannya jadi incaran para “nelayan” lokal. Sekarang katanya kering kerontang di saat kemarau dan banjir di saat musim hujan dan mendatangkan bencana.

Jauh berbeda dengan daerah Luragung ke arah Kota Kuningan yang airnya masih mengalir dengan baik yang menyuburkan tanah petani.

Yang menjadi pertanyaan, seberapa jauh Pwemkab Kuningan memperhatikan hal ini..?

Katanya sumberdaya alam teh salah satunya adalah air, selain tanah dan sumberdaya alam lainnya. Bagi manusia air adalah kehidupan. Bagi kita yang di kampung yang katanya mengandalkan hidup bertani, air adalah dewa. Tanpa air petani kolap, kondisi ini memperparah kondisi petani yang Gurem, Subsisten, modal cekak(karena akses ke dunia perbankan juga sulit, pengetahuan rendah, lahan tebatas, kadang-kadang hanya petani buruh.

Dampak lanjutan tingkat ke sekian dari terbatasnya air adalah munculnya generasi penerus yang serba lemah, kurang gizi, segi pendidikan tak berijazah karena tak mampu menyekolahkan, dari segi moral juga anjlok, karena akan berusaha dengan berbagai cara untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Karena tidak adanya alternatif usaha, maka akan melakukan eksploitasi sumberdaya apa saja secara serampangan. Misalnya penebangan liar pohon jati milik Perhutani, pengambilan batu dan pasir di tempat-tempat yang tidak diperbolehkan, jual narkoba, jual diri dan perbuatan negatif lainnya.

Untuk mempertahankan kehidupannya, sebagian warganya terutama laki-laki menjadi masyarakat urban di perkotaan Jakarta, Bandung dan kota-kota besar lainya untuk bekerja, yang sebagian besar sebagai buruh kasar.

Akibatnya usaha pertanian yang selama ini digelutinya ditinggalkan dan kalau pun diusahakan menjadi tidak optimal (produktivitas lahan menjadi rendah sebagainya.

Saran saya untuk Pemkab Kuningan atau para pemangku kepentingan di Tatar Kuningan, mari kita kembali ke alam. Galakan yang namanya konservasi tanah dan air, mulai dari sekarang. dari rumah kita sendiri. buatlah lubang-lubang untuk tandon air dikala hujan.

Jangan samai air hujan yang sudah dianugrahkan Allah kepada kita hanya numpang lewat saja di halaman rumah kita. Suruh air itu mampir dulu di tanah pekarangan kita, biar dia masuk ke dalam tanah, tidak langsung ke sungai dan menjadi banjir. Insya Allah air itu akan kita panen di saat musim kamarau.


Yang besar lagi tentu membuat embung atau dam atau waduk atau bendungan sebagai tabungan di saat musim kemarau. Buatlah di daerah hulu sungai Cijangkelok atau di hulu hulu sungai Cibeureum. Insya Allah, Citenjo, Dukuh Badag, Bantarpanjang dan sekitarnya akan kebagian air saat kemaru.

Tak kalah penting adalah memelihara dan mempertahankan hutan-hutan lindung atau konservasi dan lakukan gerakan menanam pohon apa saja di sekitar kita atau di lahan-lahan yang kritis.

Contoh program yang sangat terkenal dan patut dicontoh dan dipertahankan adalah Gerakan Gandrung Tatangkalan (Rakgantang), yang merupakan Bapak Gubernur Jawa Barat tempo dulu (jangan-jangan lembur kuring juga udah lupa)

Atau mau sampai kapan kita bertahan dengan kondisi yang sangat mengkhawatirkna ini ? Bagai mana dengan anak cucu kita? Mari kita merenung sejenak, dan ayo kita bangkit dan lakukan sekarang juga.

Apa yang bisa kita lakukan lakukan lah…

Kesimpulannya, mari kita hidupkan kembali Rakgantang

Kumaha kang?

Salam Hormat…..

Santobri (Pekanbaru)

One thought on “Antara Alam dan Manusia

  1. Pingbék: Antara Alam dan Manusia | Blogger Kuningan

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s