Lemburkuring2007

Kau Wanita

Tunda talatah

KAU WANITA, KAU BURUH MIGRAN

 

Kuharap lagu air matamu terdengar disini, dan membius mereka yang terkuat

Kau wanita, kau buruh migran yang terkurung dalam sesaknya ruang kelam

Mencari sejahtera tetapi mendapat sayatan hati yang merobek jiwamu

Memohon naungan hanya diskriminasi yang kau dapat, kemudian tersingkirkan

Kau hanya dianggap sekedar komoditi yang senantiasa menjadi perbudakan

Betapa…! kau wanita terkoyak oleh kemiskinan dan ketidakadilan

 

Kuharap… kuharap… mereka yang terkuat dinegeri ini ada disana

Saat tubuhmu dihempaskan kelantai hitam, dibenamkan kelembah lumpur ternodakan

Meronta percuma, tali-tali nista menjerat tanganmu, mulutmu terbungkam kain hitam

Kepalamu dibenturkan, terluka hebat lalu kaupun tak tahu lagi tentang nasib tubuhmu

Air mata darahmu menetes, melagu surga menjadi neraka, jiwamu terbang bersama perih

Dan kaupun pulang, ada dalam pelukan orang terkasih yang merana merajut luka-luka

Mengenangmu yang tak akan pernah bangun lagi.

 

 

Kuharap… kuharap… mereka yang terkuat dinegeri ini ada disana

Saat hari-harimu terlilit cambuk perkasa yang menembus tulang-tulang putihmu

Makian dari mulut-mulut tuan besar menggelegar menyambar panas daun telingamu

Mata-mata besar menatap tajam pengawas atas dirimu yang bekerja tiada henti

Kekejaman telah membuatmu lumpuh dan kaupun dipulangkan kedesamu 

Kau hanya berstatus kelas dua,  terminal kelas tiga yang pantas bagimu

Kasusmu terkatup rapat dikotak besi, dan terlupakan sampai berkarat

 

Lalu, mereka yang terkuat apa yang bisa kau lakukan ?

Ada nyawa-nyawa melayang diantara wanita buruh migran

Ada tubuh-tubuh cacat diantara wanita buruh migran

Kuharap… kuharap mereka yang terkuat ada disana

Merubah perihnya biru langit, menjadi nirwana

Merubah lilitan miskin menjadi samudera sejahtera

Merubah yang tertindas menjadi yang terangkatkan

 

Kau wanita, kau buruh migran

Harapan bunga hidupmu berebah dipadang-padang harapan waktu

Namun duri-duri selalu saja menghiasi bungamu yang justru melukaimu

Mencoba memanjat tangga pelangi menuju langit, tuk meraih bintang seutuhnya

Namun separuh bintang saja itu sudah keberuntunganmu

Karena tanganmu selalu berdarah dalam genggaman tangan-tangan yang terkuat

 

Kuingin… kuingin kerajaan berbasis diskriminasi gender dihancurkan

Demi kau wanita, kau buruh migran

Dan dedikasikan buat kau wanita-wanita

 

~Nenen Gunadi~

19-Des-2007

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s