sahri.JPG

Hiasan Dinding

 TAK seperti pemuda desa lainnya di Kabupaten Kuningan, yang kebanyakan mengadu nasib di kota besar, sebut saja Jakarta, Bandung, Bogor dan kota lainnya. Sahri (30) warga Desa Luragung Landeuh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, malah mengembangkan usaha di kampung halamnnya sendiri. Sementara, bidang usaha yang dia tekuni yakni menjual hiasan produksinya sendiri yang dia kerjakan sendi yang terletak di jalan raya Luragung-Cibingbin itu.Untuk membuat sanggar seni yang cukup sederhana itu  sudah menjadi cita-cita dia sejak 15 tahun lalu, namun baru sekarang harapan itu bisa terwujud setelah kurang lebih satu tahun lalu dia berhasil mendirikan sebuah kios berukuran  3 x 2,5 meter di lahan milik desa yang disewanya Rp. 100 ribu per tahun. Sementara untuk membangun kios tersebut dia memanfaatkan uang tabungan Rp. 800 ribu. Setiap hari pria yang mengaku hanya lulusan SD itu, mampu membuat 10 buah hiasan kupu-kupu. Dia menjual hiasan dinding kupu-kupu kepada konsumen yang kebetulan melewati jalur tersebut dengan harga Rp. 5000,- per buah. Selain membuat hiasan dinding kupu-kupu, dia juga menerima pesanan berupa patung kayu, patung beton, kolam hias, relief dan hiasan lainnya dengan harga antara Rp. 50 –100 ribu. *