Lemburkuring2007

Sunan Gunung Jati

4 Pairan

masjid.jpg
Pintu Masuk Masjid Sang Cipta Rasa

Kasultanan Kasepuhan Cirebon


Riwayat Singkat Syech Sarif Hidayatullah

(Sunan Gunung Jati)

Oleh : Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, SE

Syech Syarief Hidayatulloh dilahirkan Tahun 1448 Masehi. Ayahanda Syech Syarief Hidayatulloh adalah Syarief Abdullah, seorang dari Mesir keturunan ke 17 Rosulullah SAW, bergelar Sultan Maulana Muhamad, Ibunda Syech Syarief Hidayatullah adalah Nyai Rara Santang dan setelah masuk Islam berganti nama menjadi Syarifah Muda’im adalah Putri Prabu Siliwangi dari kerajaan Padjajaran.

Syech Syarief Hidayatullah berkelana untuk belajar Agama Islam dan sampai di Cirebon pada tahun 1470 Masehi.

Syech Syarief Hidayatullah dengan didukung uwanya, Tumenggung Cerbon Sri Manggana Cakrabuana alias Pangeran Walangsungsang dan didukung Kerajaan Demak, dinobatkan menjadi Raja Cerbon dengan gelar Maulana Jati pada tahun 1479.

Sejak itu pembangunan insfrastruktur Kerajaan Cirebon kemudian dibangun dengan dibantu oleh Sunan Kalijaga, Arsitek Demak Raden Sepat, yaitu Pembangunan Keraton Pakungwati, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, jalan pinggir laut antara Keraajaan Pakungwati dan Amparan Jati serta Pelabuhan Muara Jati.

Syech Maulana Jati pada Tahun 1526 Masehi, menyebarkan Islam sampai Banten dan menjadikannya Daerah Kerajaan Cirebon. Dan pada Tahun 1526 Masehi juga tentara Kerajaan Cirebon dibantu oleh Kerajaan Demak dipimpin oleh Panglima Perang bernama Fatahillah merebut Sunda Kelapa dan Portugis, dan diberi nama baru yaitu Jayakarta.

Pada tahun 1533 Masehi, Banten menjadi Kasultanan Banten dengan Sultannya adalah Putra dari Syech Maulana Jati yaitu Sultan Hasanuddin.

Syech Maulana Jati salah seorang Wali Sanga yang mempekenalkan visi baru bagi masyarakat tentang apa arti menjadi Pemimpin, apa makna Masyarakatm, apa Tujuan, Masyarakat, bagaimana seharusnya berkiprah di dalam dunia ini lewat Proses Pemberdyaan.

Syech Maulan Jati melakukan tugas dakwah menyebarkan Agama Islam ke berbagai lapisan Masyarakat dengan dukungan personel dan dukungan aspek organisasi kelompok Forum Walisanga, dimana forum Walisanga secara efektif dijadikan sebagai organisasi dan alat kepentingan dakwah, merupakan siasat yang tepat untuk mempercepat teresebarnya Agama Islam.

Syech Maulana Jati berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 26 Rayagung tahun 891 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1568 Masehi.

Tanggal Jawanya adalah 11 Krisnapaksa bulan Badramasa tahun 1491 Saka.

Meninggal dalam usia 120 tahun, sehingga Putra dan Cucunya tidak sempat memimpin Cirebon karena meninggal terlebih dahulu. Sehingga cicitnya yang memimpin setelah Syech Maulana Jati.

Syech Syarief Hidayatullah kemudian dikenal dengan Sunan Gunung Jati karena dimakamkan di Bukit Gunung Jati.

Sunan Gunung Jati banyak meninggalkan ipat-ipat atau nasehat, diantaranya adalah “INGSUN TITIP TAJUG LAN FAKIR MISKIN”.

Sumber : Keraton Kasepuhan Cirebon

4 thoughts on “Sunan Gunung Jati

  1. wah artikel yang sangat bermanfaat..
    cocok buat saya tugas di sekolah.

  2. asalamualaikum wr wb:
    Menurut nvel dwilogi prabu Siliwangi karangan E Rokayat asura,bahwa walasungsang adalah kian santang,kaka nya nyi rara santang,berarti walasungsang adalah kaka ipar nya syech sarif hidayatullah
    Mohon comment nya
    Hatur nuhun
    Waslalam wr wb
    Putra betawi kuningan

  3. LAm LikUm,, oya satu lagi tentang masalh tahlil?itu gimana hukumnya?termasuk bid’ah enggak?

  4. LaM LikUm,, suHAnaLLAh wALHAmdULLiLLAh waLAiLLAhaiLLAH ALLaHu AkBAr 3kaLy,, ALLah menciptakan manusia yang sunggUh karismanya begitu agung,ana cuma mengomentari tentang ada kesyirikan apa ketika kita ziaroh kubur ke makam- makam waliyullah padahalkan kita niat kan ziaroh kubur tersebut dengan lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dan menghormati orang yang sudah meninggal dunia?berikan solusinya?????Ada ustadz yang berpendapat bahwasannya kuburan didalam mesjid itu tidak boleh dan ketika kita melakukan sholat,sholat kita tidak sah,ana terinspirasi tentang kuburan nabi muhammad yang tewrletak dimasjidil haram itu berarti jemaah haji yang shalat disana enggak sah semua, syujron katsir….berikan solusi lagi? wassalm

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s