Lemburkuring2007

Jaringan Serat Optik Dipotong Pihak tak Bertanggung Jawab Telkom Disabotase?

Tunda talatah

Saluran komunikasi antara Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian barat, Selasa (5/6), terputus total selama enam jam, setelah dua jaringan serat optik utama (backbone) di pantura dan Jawa Tengah bagian selatan dipotong secara bersamaan dengan sengaja oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Gangguan terjadi akibat putusnya link fiber optic yang membentang di jalur utara Jawa Barat, tepatnya link Cikampek-Pagaden, serta di jalur selatan Jawa Tengah tepatnya link Sidaredja-Kebumen,” ujar Vice President Public and Marketing Communication PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk. Eddy Kurnia saat dihubungi di Bandung, kemarin.

Menurut Eddy, gangguan terjadi pukul 3.26 WIB hingga pukul 10.00 WIB kemarin. Akibat terputusnya kedua link tersebut secara bersamaan, hubungan telefon yang melalui jalur tersebut juga terganggu, termasuk hubungan dari luar Jawa seperti dari Kalimantan dan Sulawesi yang terhubung ke Jawa melalui Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL).

“Sejauh ini, terputusnya backbone fiber optic disebabkan oleh ulah orang-orang tidak bertanggung jawab yang melakukan pencurian kabel,” kata Eddy.

Menurut dia, gangguan pertama terjadi pada 4 Juni 2007 sekitar pukul 16.00 WIB akibat putusnya kabel serat optik antara Pagaden dan Cikampek. “Putusnya link tersebut tidak mengakibatkan terhentinya hubungan telefon karena konfigurasi cincin (ring) yang dibangun Telkom secara otomatis mengalihkan traffic telefon ke link yang normal, yaitu jalur backbone yang berada di jalur selatan,” katanya.

Namun demikian, pada pukul 3.26 WIB kemarin, saat perbaikan link Cikampek-Pagaden masih berlangsung, link Sidaredja-Kebumen juga putus akibat ulah pencuri kabel. Akibatnya, seluruh traffic telefon yang melewati jalur utara dan jalur selatan otomatis terganggu.

Di Pulau Jawa, Telkom sebenarnya sudah membuat sistem sedemikian rupa, sehingga apabila terjadi gangguan di salah satu jalur backbone maka secara otomatis sistem akan mengalihkannya ke jalur lain. “Namun dalam kasus ini, kedua jalur terputus secara bersamaan sehingga praktis seluruh hubungan yang melewati jalur tersebut terganggu,” ujar Eddy.

Sementara itu, di Jakarta, juga terjadi pencurian kabel telefon di dua titik, yakni di Sriwijaya Raya dan Pasar Minggu. Akibatnya, sekitar 727 satuan sambungan telefon (SST) di kedua kawasan sempat mati total pada Senin dan Selasa kemarin.

Vandalisme

Di tempat terpisah, Kapolda Jabar Irjen Pol. Sunarko Danu Ardanto melalui Kabid Humas Polda Jabar AKBP Dade Achmad mengatakan akan merespons kejadian tersebut. “Kami berharap dari pihak Telkom juga melaporkan hal itu. Dan tentunya kami pasti merespons aktif jika hal itu terjadi. Pasalnya, komunikasi saat ini merupakan salah satu urat nadi dalam kemajuan,” ujarnya kepada “PR”, Selasa (5/6) malam.

Respons polisi bisa dalam bentuk penyelidikan pemotongan atau pencurian kabel itu, atau dalam bentuk pengamanan unit-unit vital. “Karena bukan tidak mungkin, itu bermodus sabotase,” ucapnya.

Pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dimitri Mahayana saat dihubungi mengatakan, vandalisme dalam hal telekomunikasi memang sudah biasa terjadi, terlebih pada operator telekomunikasi.

“Memang sering terjadi vandalisme kabel seperti yang terjadi tadi pagi (kemarin, -red.). Biasanya bermotif ekonomi. Namun, biasanya kabel yang dipotong dibawa/dicuri untuk dijual, tidak ditinggalkan,” katanya sambil menambahkan bahwa vandalisme tidak hanya menimpa kabel telekomunikasi, tetapi juga kabel milik public service yang lain, misalnya PLN.

Sejumlah operator beberapa kali mengeluhkan tindakan seperti itu. Namun, pemerintah masih gamang, terutama untuk industri komunikasi. “Struktur industri komunikasi belum jelas, sehingga bisa disalahgunakan oleh siapa saja,” kata Dimitri.

Sumber : HU. Pikiran Rakyat

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s