Lemburkuring2007

Kemunduran, Bahasa Sunda Jadi Mulok

4 Pairan

Rencana Pemkot Bandung menjadikan bahasa Sunda sebagai muatan lokal (mulok) di sekolah merupakan suatu kemunduran. Pasalnya, secara nasional, bahasa Sunda (daerah, red) sudah hampir 20 tahun setara dengan bahasa Indonesia.

“Memang niat itu baik untuk memperkenalkan bahasa Sunda kepada siswa. Namun, dengan dijadikannya bahasa Sunda sebagai muatan lokal, itu merupakan kemunduran,” ungkap Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage, Ajip Rosidi usai penyerahan hadiah Sastra Rancage di Aula Universitas Islam Bandung (Unisba), Jln. Tamansari Bandung, Sabtu (2/6).

Menurut Ajip, dijadikannya bahasa Sunda sebagai mulok oleh Pemkot Bandung akan menurunkan derajat bahasa Sunda. Ajip berharap, rencana itu jangan terlalu dipaksakan atau dibuat kebijakan.

“Solusinya, jadikan bahasa Sunda itu sebagai bahasa pengantar ilmu pengetahuan. Dengan demikian, derajat bahasa Sunda makin terangkat,” katanya. Selain itu, lanjutnya, tingkatkan penguasaan bahasa Sunda di kalangan guru dengan cara pelatihan. “Dengan demikian, para guru bisa menyampaikan mata pelajaran dengan bahasa pengantar bahasa Sunda,” katanya.

Ajip menyatakan sangat heran dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Pemprov Jabar No. 5, 6, dan 7 tentang bahasa dan kebudayaan daerah. Pasalnya, tambahnya, Gubernur Jabar membuat perda tentang bahasa tidak dibarengi dengan surat keputusan (SK) penggunaan bahasa daerah di masyarakat.

“Pemprov Jawa Tengah tidak mempunyai perda tentang bahasa daerah, namun mereka mempunyai SK. Sehingga, posisi bahasa daerah (Jawa) sangat kuat karena digunakan oleh masyarakatnya,” ungkapnya.

SK gubernur

Ajip berharap Gubernur Jabar bisa segera membuat SK penggunaan bahasa daerah di Jabar, terutama di kalangan orangtua (keluarga). Karena bagaimanapun, bahasa daerah (Sunda) di Jabar bisa hidup dan bertahan apabila diajarkan sejak kecil oleh orangtua kepada anaknya di lingkungan keluarga.

“Penggunaan bahasa daerah atau bahasa ibu di lingkungan keluarga akan membentengi kebudayaan daerah masing-masing. Selain itu, bahasa daerah merupakan penopang kebudayaan tradisional,” katanya.

Sedangkan untuk pengajaran bahasa Sunda atau bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar ilmu pengetahuan dan pendidikan, menurut Ajip bisa dilakukan sejak dini. Ajip meminta para penyusun kurikulum harus bisa menyusun kurikulum agar bahasa Sunda bisa dijadikan sebagai bahasa pengantar ilmu pengetahuan.

“Saya tidak bisa menyusun kurikulumnya. Maka, saya minta kepada para pakar pendidikan dan kurikulum, segera menyusun kurikulum tentang pengajaran bahasa Sunda dan dijadikannya sebagai bahasa pengantar ilmu pengetahuan dan pendidikan, dan sebagai bahasa komunikasi di sekolah-sekolah,” tutur Ajip Rosidi. *

Sumber : HU. Galamedia

4 thoughts on “Kemunduran, Bahasa Sunda Jadi Mulok

  1. Mugia basa Sunda teras nanjeur…

  2. uluh aya Kang Oya..hehehehe
    Kumaha Ancaran Aman ?

  3. jeh geuning aya kang geni… damang ieu oya tea ti kuningan ..

  4. Muhun Bahasa Sunda, ayeuna tos janten mulok deui di SMA.

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s