Demi Adipura, Kuningan Siap Perbaiki Kekurangan

16 Nopémber 2009

Tim penilai Adipura dari Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Jawa bersama tim Kementerian Lingkungan Hidup, beberapa hari lalu mengadakan pemantauan dalam rangka penilaian adipura di Kabupaten Kuningan. Baca tuluyan ieu tulisan »


Semangat Merah Putih

17 Agustus 2009

Menyambut HUT RI Dengan Pacuan Kuda

6 Agustus 2009

Menyambut HUT ke-64 RI dan Hari Jadi ke 511 Kuningan, Pemerintah Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Persatuan Dokar (Perdokar) dan Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kuningan akan menggelar Pesta Rakyat Pacuan Kuda Tradisional. Baca tuluyan ieu tulisan »


Bupati Ultimatum Peternakan Babi

16 Juli 2009

Sumber ; pikiran-rakyat.com
Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda akhirnya mengultimatum seluruh peternak babi yang ada di Kec. Cigugur, Kab. Kuningan, agar segera menangani limbah dan menata kandang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Bupati memberikan waktu kepada para peternak untuk menangani limbah itu selama tiga puluh hari atau paling lambat hingga 15 Agustus 2009.

“Apabila lebih dari tiga puluh hari tidak melaksanakan kesepakatan yang dimaksud, maka seluruh ternak tersebut harus diganti dengan usaha ternak lain,” ungkap Bupati Kuningan yang disampaikan Sekda Kuningan H. Djamaludin Noer selaku Ketua Tim Pengkajian, pada acara Sosialisasi Pencegahan Virus Flu Babi, di Aula Kelurahan Cigugur, Rabu (15/7).

Meski ternak babi di Kuningan hingga kini dinyatakan negatif dari virus flu babi, menurut Bupati, namun jika suatu saat terindikasi virus H1N1, pemiliknya harus merelakan babi tersebut untuk dimusnahkan.

Penegasan Bupati itu muncul, setelah sebelumnya mendapat masukan dari jajaran Dinas Kesehatan Kab. Kuningan yang menyesalkan dan menyatakan rasa prihatin usaha peternakan babi di wilayah Cigugur, tidak memenuhi syarat berdasarkan standar kesehatan lingkungan.

Dengan demikian, hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai penyakit bagi warga sekitar. Dinas Kesehatan pun telah beberapa kali meminta kepada para peternak babi, untuk memperhatikan kebersihan kandang dan jangan sampai mencemari lingkungan, tetapi tidak pernah digubris.

Selama ini, kotoran babi hanya digundukkan tidak keruan di atas tanah dan sesekali diambil orang untuk pupuk kandang.

Begitu pula ketika para peternak memandikan babi dan membuang sisa makanan serta kotorannya, juga hanya dilakukan dengan cara menyemprotkan air ke lantai kandang dan air mengalir begitu saja, yang kemudian menyerap ke dalam tanah. Padahal Cigugur yang berada di kaki Gunung Ciremai itu merupakan daerah resapan air.

Pada sosialisasi Rabu (15/7) kemarin, diikuti dua puluh kelompok yang mewakili dua ratus peternak babi yang tersebar di Kelurahan Cigugur, Desa Cisantana, dan Desa Cileuleuy. Hadir juga Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan H. Iman Sungkawa, Kepala Dinas Kesehatan H. Kadaryanto, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Bunbun Budhiyasa, serta anggota muspika setempat.

Tidak berizin

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan H. Iman Sungkawa mengakui, peternakan babi di Kab. Kuningan bukan merupakan binaan. Berbeda misalnya dengan peternakan sapi, kambing, dan peternakan lainnya. Selain itu, ia juga mengaku tidak pernah mengeluarkan izin bagi peternakan babi.

Kasi Kesehatan Lingkungan Beni Sudrajat memaparkan, berdasarkan hasil penelitiannya sampai akhir Mei 2009, peternakan babi di wilayah Kec. Cigugur terkonsentrasi di tiga lokasi, yakni Kel. Cigugur, Kel. Cileuleuy, dan Cisantana dengan populasi keseluruhan tercatat 4.343 ekor.

Di Blok Mayasih Cigugur terdapat 82 kandang dengan rata-rata 20 – 50 ekor babi per kandang, bahkan di Blok Pasir Cisantana ada yang dihuni tujuh ratus ekor babi dalam satu kandang dan satu kandang dikelola seorang petugas.

Di Mayasih dan Cigugur, jarak kandang babi dengan permukiman penduduk sekitar 200 meter bahkan dekat dengan salah satu madrasah. Sedangkan di Cisantana jarak kandang dengan permukiman penduduk hanya 40 meter.

Pembuangan air limbah dinilai tidak sesuai dengan aturan, bahkan air limbah itu bisa dengan mudah mendatangkan lalat rata-rata dua puluh ekor/menit. Dengan kondisi itu, penanganan limbah tidak memenuhi syarat standar kesehatan lingkungan. Begitu pula dengan para peternak yang tidak menggunakan alat perlindungan kerja, sehingga sangat rentan terserang penyakit. (A-164)***


SMK Karnas Membuka Program Akuntansi dan Pemasaran

15 Juni 2009

Sumber : beritacerbon.com
KUNINGAN : Sukses menyelenggarakan program keahlian Teknik Mekanik Otomotif, Teknik Sepeda Motor, Teknik Audio Video dan Teknik Komputer Jaringan, Sekolah Menengah Kejuruan Karya Nasional (SMK-Karnas) Kuningan kini membuka program keahlian Akuntansi dan Pemasaran. Baca tuluyan ieu tulisan »


Kolam Ajaib

12 Juni 2009

Ada yang ajaib lagi di Kuningan teh tapi belum terketuk hati para petinggi dan investor untuk mengembangkan dan menanamkan modal di Kuningan, yaitu: adanya tujuh kolam ikan yang sejenis dan berada di tujuh lokasi yang bisa dipadukan jadi satu paket wisata religius, ke tujuh kolam tersebut adalah 1. Kolam Balong Darma,2. Kolam Cigugur, 3. Kolam Agung di Cirendang, 4.Kolam di taman Pahlawan Angkatan Laut Jalaksana, 5.Kolam Cibulan 6. Kolam Linggarjati, 7.Kolam Pasawahan, nah di kolam tersebut ada ikan yang sejenis dan tidak ada di kota manapun. Bagaimana Kuningan kota kita. (green cea)


Tertipu, Gara-Gara Menemukan Cek Palsu

20 Méi 2009

Sumber; beritacerbon.com

KUNINGAN : Seorang pedagang di pasar Baru Kuningan, terpaksa harus kehilangan uang Rp. 15 juta. Setelah dia menemukan cek yang tergeletak di depan tokonya.

Dalam cek itu tertera nilai uang Rp4,7 miliar dan tulisan bahwa bila menemukan surat berharga itu harap menghubungi nomor telepon seluler yang tercantum dalam surat tersebut.

Korban lantas menghubungi nomor dimaksud, tapi korban malah disuruh mentransper sejumlah uang itu. Korban tanpa sadar, lalu dia mentransper uang. Korban baru sadar tertipu setelah mentransper uang di salah satu bank.

Kasatreskrim Kuningan, AKP Sukirman membenarkan kejadian tersebut. Bahkan, Sukirman meminta masyarakat waspada jika menemukan kertas berupa cek yang belakangan diketahui cek palsu.

“Ini merupakan modus modus baru yang sedang kami pelajari. Untuk itu kami meminta jika ada warga yang menemukan cek serupa segera lapor, untuk sama-sama kita ungkap pelakunya,” kata Sukirman. (BC-99)

Komentar


KPU Tetapkan Caleg Terpilih

16 Méi 2009

Sumber : beritacerbon.com
KUNINGAN : Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Kuningan, tadi siang,
menetapkan 50 calon legislatif (caleg) terpilih hasil pemilihan umum legislatif kabupaten, di RM Lembah Ciremai Baca tuluyan ieu tulisan »