Guru Harus Diberdayakan Dalam Evaluasi dan Proses Pembelajaran
4 Nopémber 2009SMK di Jabar Kekurangan Rapor
26 Juni 2009Sumber : www.pikiran-rakyat.com
BANDUNG, (PR).- Ribuan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta di Jawa Barat tidak menerima rapor. Alasannya, jumlah rapor untuk SMK tahun ini kurang. Hal tersebut terungkap dari laporan kabupaten/kota yang dihimpun Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar beberapa hari terakhir menjelang kenaikan kelas. Mereka yang tidak mempunyai rapor adalah siswa kelas X yang akan naik ke kelas XI. Padahal, siswa SMK dijadwalkan menerima rapor pada Sabtu (27/6). Hingga saat ini, belum ada jumlah pasti kekurangan rapor tersebut. Namun, diprediksikan jumlahnya bisa mencapai lebih dari 50.000. Jumlah siswa SMK se-Jabar yaitu 486.430 orang dari 1.286 sekolah. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Majalengka, Dede mengungkapkan, SMK di Majalengka kekurangan lebih dari dua ribu rapor. “Untuk SMKN 1 Majalengka saja yang belum menerima rapor sebanyak 65o siswa,” katanya. Jumlah yang lebih tinggi terjadi di Kabupaten Karawang dan Kota Bandung. Ketua MKKS SMK Kabupaten Karawang Endang Supriyatna mengatakan, kebutuhan rapor yang belum terpenuhi di daerahnya mencapai 5.095. Sementara Kasi Manajemen dan Prasarana SMK Kota Bandung Usep Sadeli mengatakan, kebutuhan rapor untuk semua SMKN sudah terpenuhi, hanya SMK swasta kekurangan lima ribu rapor. Tidak hanya kabupaten/kota tersebut, Disdik Jabar juga menerima keluhan yang sama dari kabupaten lain seperti Garut. Dengan kondisi demikian, solusi yang ditempuh adalah kepala sekolah mengeluarkan surat keterangan sementara (rapor sementara) yang menyatakan siswa melanjutkan atau tidak ke tingkat selanjutnya. Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Disdik Jabar Otji S. Wiharjadi mengaku terkejut dengan jumlah kekurangan rapor tersebut. Alasannya, laporan tersebut disampaikan menjelang kenaikan kelas. Padahal, setiap pascapenerimaan siswa baru, kabupaten/kota melaporkan jumlah siswa baru yang nantinya digunakan sebagai acuan pencetakan rapor. Otji menegaskan, permasalahan utamanya adalah data. Menurut dia, akan lebih baik apabila kabupaten/kota proaktif memberikan data yang sudah diperbarui kepada Disdik Jabar. Namun, ungkap Otji, kabupaten/kota sangat sulit dimintai data terbaru. Di sisi lain, ujar dia, Disdik Jabar terbentur oleh otonomi daerah apabila hendak mendata secara langsung ke sekolah. Otji menuturkan, pembaruan data tersebut penting karena setiap tahun hampir dipastikan terjadi mobilisasi siswa. Terlebih, tren pertumbuhan SMK meningkat seiring dengan gencarnya program pemerintah meningkatkan jumlah siswa SMK. (A-167)***
Perayaan Tutup Tahun TK Siti Fatimah
21 Juni 2009
Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak Siti Fatimah Kuningan, yang terletak di Jalan Siaga Indah No. 03 Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, Sabtu (20/6), mengadakan acara perayaan tutup tahun. Kegiatan itu diisi dengan pentas kesenian anak Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak tersebut. Satu diantaranya Sisindiran. *
Ujian Nasional Jangan Dijadikan Satu Satunya Penentu Kelulusan
18 Juni 2009Sumber : beritacerbon.com
KUNINGAN : Sudah banyak kasus siswa peserta Ujian Nasional (UN) tidak lulus, padahal mereka termasuk siswa yang pandai di sekolahnya. Oleh sebab itu, banyak pihak yang menginginkan sebaiknya UN jangan dijadikan satu-satunya penentu kelulusan. Baca tuluyan ieu tulisan »
Menggali Potensi Seni Sunda
30 April 2009Sumber : beritacerbon.com
src=”http://lemburkuring2007.files.wordpress.com/2009/04/pupuhjpg.png?w=300″ alt=”pupuhjpg” title=”pupuhjpg” width=”300″ height=”210″ class=”alignleft size-medium wp-image-1015″ />KUNINGAN : Dalam upaya menggali kembali potensi seni sunda khususnya pupuh yang pernah mengakar di lingkungan sekolah, Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Kuningan, tadi siang menggelar pasanggiri pupuh antar guru se Kabupaten Kuningan, bertempat di halaman parkir Bank Jabar Cabang Kuningan.
Menurut Kepala Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kuningan, Dadang Supardan, pasanggiri pupuh yang diikuti oleh 66 peserta guru SD, SMP dan SMA diharapkan mampu untuk mendorong para guru di semua tingkatan untuk melestarikan pupuh sehingga bisa diapresiasi oleh siswa.
“Pupuh memiliki nilai-nilai pendidikan, kami mengharapkan untuk diapreasiasi siswa,” kata Dadang Supardan.
Oleh sebab itu, lanjutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan akan terus menggali potensi yang yang sebelumnya pernah tumbuh di lingkungan sekolah. Yang kini nyaris punah itu. (BC-99)
KORUPSI ; Dampak Dari Terbatasnya Skill Dan Maraknya Budaya Kompensasi/pamrih
25 April 2009Oeh : Drs. D. Jubaedi, M.Si. *)
Korupsi, telah menjadi budaya di segala sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Asumsi ini dapat dibuktikan dengan adanya kebiasaan-kebiasaan yang menjadi budaya masyarakat di setiap ada urusan dan kepentingan, mereka senantiasa membuat konvensasi-konvensasi dengan aparat pemerintah sebagai pengganti sebuah resiko atau perjuangan yang malas ia kerjakan/ tempuh. Tentu, kondisi seperti dijadikan sebagai lahan empuk oleh para pelayan publik untuk merekayasa birokrasi agar publik enggan menyelesaikan urusan sekecil apapun, melainkan cukup mempercayakan kepadanya dengan sejumlah pembayaran dan konvensasi finansial. Baca tuluyan ieu tulisan »
Bicara Dengan Bahasa Hati
3 Maret 2009Oleh : IIp
Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Baca tuluyan ieu tulisan »
Bursa Kerja di SMK Karnas
25 Agustus 2008Sekolah Menengah Kejuruan Karya Nasional (SMK-Karnas) Kuningan gawe bareng jeung PT. Fukusuke Kogyo Indonesia, anyar-anyar ieu ngayakeun test rekrutmen calon tanaga gawe pikeun ditempatkan di eta pausahaan. Baca tuluyan ieu tulisan »
Dimuat ku lemburkuring2007
Dimuat ku lemburkuring2007
Dimuat ku lemburkuring2007