Baraya Satia ti Canada, Teh Nenen Gunadi, Poe Minggu (25/1), bada Magrib, nganjang ka Saung Kuring. Beulah Kenca, si bungsu, Rahayu, hayang dipotret bareng cenah. Baca tuluyan ieu tulisan »
Turut Membangun Desa
16 Oktober 2007Turut Membangun Desa
WARGA asal Kabupaten Kuningan di perantauan yang mudik kampung halamnnya, bukan sekedar bersilaturahmi dengan keluarga, melainkan turut membangun desa. Sebagai contoh Ikatan Warga Asal Kasturi (IWAK) Desa Kasturi Kecamatan Karamatmulya, sudah banyak kiprahnya dalam membangun desa. Misalnya membangun Masjid, memperbaiki jalan desa, memperbaiki bangunan SD, Madrasah dan memberikan bantuan untuk fasiltas lainnya.
Bahkan, dalam bidang sosial misalnya ada anggota yang sakit berani menyumbangkan darah, sehingga anggotanya bisa tertolong. Ketua IWAK, Husaeri, berterima kasih kepada seluruh anggota dan pengurus yang selama ini telah mencurahkan pikiran, tenaga, bahkan darah pun dikorbankan. Ini bukan basa-basi, karena kata Husaeri, pada bulan Ramadhan yang lalu, ada diantaranya anggota IWAK yang mengalami sakit keras sampai dirinya meninggalkan buka puasa karena harus menghubungi pengurus dan anggota lainnya untuk menguru keperluan darah yang harsus disumbangkan kepada anggota yang sakit.sehingga anggota yang sakit itu bisa tertolong.
Menurut Penasehat IWAK, H. H. Oyo, IWAK berdiri tahun tahun 1972. Pertama kali berdiri bernama IWK, lantas diganti dengan nama PPKD. Namun, PPKD disalah artikan dengan istilah Persatuan Pengguling Kepala Desa, akhirnya dirubah dengan nama IWAK.
“Saya merasa prihatin, jika ada yang mengatakan bahwa IWAK sama sekali tidak ada kontribusinya untuk pembangunan desa. Bahkan ungkapan itu sangat keliru, sebab motto IWAK adalah untuk Membangun Desa. Bila pasang surut yang namanya organisasi itu sudah biasa. IWAK tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya desa. Karena kami berangkat dari desa,” tutur Oyo.
Kepala Desa Kasturi, Yudi Iskandar, sangat bangga dengan kiprah IWAK yang turut memikirkan pembangunan di daerah kelahirnya. .
Oleh sebab itu, IWAK perrlu tetap dipelihara dan lebih meningkatkan rasa solidaritas. Sebab siapa lagi yang akan membangun desa keculai warganya senbdiri, walau ada di perantauan,” kata Yudi.
Mojang Kuningan
26 Séptémber 2007MOJANG KUNINGAN “KITA ADALAH KUAT”
(Kuat Mental, Kuat Cerdas, Kuat Berkarya, dan Kuat Berani)
Oleh : Nenen Gunadi
INDONESIA adalah suatu negara yang menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia, dimana tidak mentolerir adanya eksploitasi dan dominasi suatu golongan terhadap golongan manusia lainnya. Namun ternyata Indonesia mempunyai struktur masyarakat umumnya masih bersifat patriakal. (Yang dimaksud dengan system patriakal adalah merupakan struktur yang mengesahkan bentuk kekuasaan dimana kaum laki-laki mendominasi kaum wanita.). Faktor ekonomi wanita yang lebih lemah menjadi penyebab dominasi lelaki, sehingga wanita tergantung pada lelaki untuk memenuhi kebutuhan materialnya.
Pemisahan kondisi antara status lelaki dan wanita seperti ini sudah dirasakan dalam lingkungan keluarga dimana lelaki berperan sebagai kepala rumah tangga, dan bekerja sebagai pencari nafkah, sedangkan wanita berperan sebagai yang umum dikatakan adalah “Ibu rumah tangga” yang bertugas disektor domestik (Pendidik anak, dan pengatur rumah tangga sehari-hari). Yang memang tidak bisa dipungkiri, tugas-tugas sebagai ibu rumah tangga adalah sangat bersifat heroisme, tidaklah gampang untuk mendidik anak, dan mengatur rumah tangga yang terkadang sangat kompleks permasalahannya.
Karena pemisahan tugas wanita disektor domestik adalah hal yang dibenarkan, maka banyak orang tua yang menyekolahkan anak laki-lakinya kejenjang lebih tinggi dibanding anak wanita. Hasilnya rendahnya pendidikan wanita penyebab ketidakmampuan wanita untuk mengangkat kualitas kehidupannya. Dan tak luput juga kena serangan pelecehan batin maupun pelecehan jasmani. Selama struktur patriakal ini masih dibenarkan, maka posisi wanita sebagai kelas dua disegala sektor akan terus berlangsung.
Uraian sedikit di atas sebagai gambaran dimana masih banyak posisi wanita Indonesia yang tidak diuntungkan, maka saya menulis artikel ini di “Tatar Kuningan” untuk mengingatkan kepada mojang-mojang Kuningan, bahwa sebagai kaum mojang kita harus mengangkat mensejajarkan status mojang sama dengan status jajaka. Apa yang harus dilakukan untuk menghapus posisi mojang sebagai kelas dua ?. Slogan saya seperti judul artikel ini “Mojang kita adalah kuat”, (dalam arti, kuat mental, kuat cerdas, kuat berkarya, dan kuat berani.)
Kuat Mental yang berarti positif misalnya saja kuat mental dalam disiplin, yang maksudnya membentuk, atau meningkatkan karakter ketangguhan mental untuk mencapai kemajuan dan kenikmatan, dan pengendalian diri, dalam arti mampu mengontrol emosi pola pikir sehingga kita bisa mengatasi segala masalah dalam kehidupan dengan ketenangan.
Perlu para mojang sadari, efek yang menonjol dari dibenarkannya system patriakal ini adalah kekerasan fisik dan mental terhadap kaum wanita, yang sudah menjadi epidemik. Namun yang memprihatinkan adalah banyak dari kaum wanita yang menjadi korban, membiarkan dirinya sendiri menjadi obyek penyiksaan yang kejam. Dengan alasan takut dan malu untuk melapor.
Faktor lemahnya mental sangat berpengaruh kenapa wanita selalu takut untuk melindungi dirinya sendiri. Maka jadilah kaum mojang yang bermental kuat untuk melindungi diri, dan atau melawan segala tindak kekerasan fisik maupun batin. Arahan dari saya agar semua kaum wanita agar menyimpan nomor dan alamat penting organisasi-organisasi terkait, apabila terjadi kekerasan maka langsung saja hubungi polisi, dan atau organisasi-organisasi terkait yang dianggap mampu menolong.
Jangan pernah merasa takut atau malu, karena kaum wanita juga berhak untuk mendapatkan perlindungan, dan memperoleh rasa nyaman didalam mengarungi kehidupan. Maka mulai sekarang berlatih membentuk atau meningkatkan karakter ketangguhan mental untuk persiapan diri menghadapi kehidupan yang keras ini.
Kuat Cerdas yang berarti kecerdasan secara umum, bukan saja cerdas kemampuan memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran, tetapi juga cerdas kemampuan untuk memroses informasi agar mampu bersaing secara sehat, dan mampu menyimpulkan arti dari kehidupan, juga kemampuan untuk mengantisipasinya secara cermat, sehingga masalah-masalah yang kita hadapi dapat dipecahkan (problems solved).
Untuk meningkatkan kecerdasan, tentu saja kita perlu menambah pengetahuan dan berlatih memproses pengetahuan itu lewat kegiatan kreatif, kegiatan menalar, dan kegiatan mengevaluasi atau menilai. Maka untuk meningkatkan kecerdasan kita dengan cara : Mengevaluasi diri, menetapkan tujuan hidup atau cita-cita, membiasakan hidup cerdas, umpamanya membaca, berdiskusi, olah pikir, olah rasa, dan olah raga, membangun sikap kritis dan keterbukaan, berfikir positif, dan rendah hati.
Kuat Berkarya adalah kemampuan menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi diri sendiri ataupun untuk kemajuan hidup, yang disesuaikan dengan bakat diri kita sendiri untuk menuai hasil yang diharapkan. Ada elemen-elemen yang bisa mendorong seseorang mempunyai kemampuan untuk berkarya misalnya saja, kecerdasan yang memadai, keterampilan kerja yang baik, rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, keterampilan menjual ide dan gagasan, berfikir positif, kemampuan memimpin diri sendiri dan orang lain.
Kuat Berani yang dimaksud disini adalah keberanian suatu sikap untuk berbuat sesuatu yang dapat mengubah kehidupan dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Seperti yang dikatakan Aristotle bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom. (Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan).” Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka.
Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya. Suatu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan, karena dengan adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar. Anthony J. D’ Anjelo berkata, “ Don’t fear change, embrace it. (Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah erat)”.
Semoga tulisan ini mampu membangkitkan para mojang Kuningan untuk semakin bersemangat dalam berjuang meraih kualitas hidup yang baik, dan semakin percaya diri sesuai dengan konsep cita-cita yang ada untuk meraih bintang dilangit, dan lebih berani berbuat sesuatu dengan pikiran positif, percaya diri dan bijaksana, juga rendah hati untuk mengubah kehidupan demi meraih kemajuan hidup yang lebih besar. (Sumber : EDISI Cetak tatar-kuningan.com/Komunitas Bulan September 2007.
Kasarung di pangumbaraan
25 Agustus 2007
Deudeuh teuing nasib hate geus lawas kasalip wanci
Nyungsi hirup kasarung di pangumbaraan
Ayeuna pisan geter-geter hate beuki nembongan
Pageugeut nguatkeun niat jadi gumulung ombak harepan
Pikeun geura miang… pikeun geura tandang…
Napak wiwitran lemah cai nu jadi impian
Reup Peureum pare koneng ngagupayan
Bray beunta gunung Ciremai nu kacipta
Neuteuli pisan kawaas hate mirig lengkah gumurusuh
Mapay galengan nu baseuh ku keclakna cimata
Ret gunung Ciremai lawas teu kasungsi
Ret sawah lila teu kasaba
Nguatkeun hate nu ngarakacak
Jeujeuhkeun ajen diri mapay tali paranti
Kuring mulang… kuring tandang
Napak lengkah mapay wiwitran lembur matuh karang pamidangan
Lembur kuring lembur Kuningan
Kapatri nadiri teu bisa pahili
Teger ku wanci teu kaselang ku jaman
Hapunten… bilih aya langkung saur bahe carek, da gaduh biwir teu diwengku, letah teu tulangan… amit widi nganjang geusan silaturahmi… neang baraya estu nu diseja.
Catur Batur
4 Agustus 2007Catur Batur
Kintunan : Jaka Sunda (Baraya Ti Alam Gaib)
Email urang_kajene@yahoo.com
catur batur..
nyawang mangsa..
curug gunung..
kadenge di kajene..
aya raja..
nyanding dangiang…
elmu sewu..
rahayat raharja..
ngan hanjakal..
ukur uurutan…
batu nambru..
sajarah pabalatak..
mangsa anyar..
ukur nyuhun buhun..
tutur buhun..
teuing teu dieling..
gunung luhur…
hieum halimun..
nyatur mawur..
tata praja..
di curug gunung..
anggangna praja..
tebih ti masjid..
alun-alun sakum..
da ngarah sajarah mah..
tilu hulu..
kudu ngumpul..
riung mungpulung..
matak mamala..
mangsa anyar..
salah atra..
bener minder..
ceuk bueuk..
peuting kamari..
kari nganti…
tutup umur..
hudang gunung…
ari jalmi..
torek ku carek..
ngabalieur tina bener..
kari nganti..
AZAb ALA WAJaLLA…
Dimuat ku lemburkuring2007
Dimuat ku lemburkuring2007
Dimuat ku lemburkuring2007