Maafkan Aku Bunda
Kubawa bejana berisi air.
Kusiapkan handuk untuk membersihkan. Baca tuluyan ieu tulisan »
Bunda
9 Nopémber 2009Pohon Aren
13 Oktober 2009HANDPHONE
29 Juli 2009Budak Cibunut :
Mungkin keypadnya sdh jemu karena seringnya aku pencet2. Merangkai kata menyusunnya demi harapan. Baca tuluyan ieu tulisan »
Nyaah Teuing
15 April 2009Mang Jasu :
Nyaah teuing mun sumegrukna ceurik karna lara cinta ka manusa, mun mah atuh urang teh ceurik da sieun di jauhan ku Alloh. Humandeuar teh lain peta jalma iman. Mungguhing manusa kudu sukur lan tumarima rumangsaning bagja dipaparin nikmat nu taya kendatna.
KALIANLAH ORANGTUA KU, TERIMAKASIH…
6 April 2009Budak Cibunut
Kalianlah orangtua ku, sampai kapanpun juga. Kalianlah yg telah menanam aku hingga aku berani berpijak pada kenyataan yg setia membimbingku.
Ibu…. Terimakasih engkau telah melahirkan aku hingga mata ini terbuka untuk menatap dunia. Dunia yg seringkali membuat aku bingung harus darimana aku memulai merumuskan arah tujuan. Tapi kau selalu ada untukku saat bimbang atau saat dilanda putus apa. Keikhlasan dan jiwa tulusmu tak mampu kubayar dengan apapun. Kebahagian yg tak akan terbalas sampai kapanpun, selain dengan keinginanku melihatmu bahagia dengan arah hidupku yg lurus dan benar.
Dan kau Bapak…. Kaulah yg telah menancapkan jiwa dan budi pekerti yg baik sekaligus mengaliriku dengan darah kehidupan yg sama. Disinilah, ditubuhku ini tak akan terbantahkan bahwa telah mengalir juga darah yg sama denganmu. Kau menanam dan menumbuhkan sikap tulus dari kedalaman hatimu untuk menggiring anakmu ini menyusuri kefanaan yg sama dalam dunia ini, lalu menunjukkan padaku betapa kenyataan hidup harus dijalani dengan kesabaran. Aku berterimakasih dan memohon ampun atas kelalaian masa muda ini. Ketulusanmu merupakan harga yg tak akan mampu terlunasi.
Bapak, aku mengerti jika kau jarang berbicara denganku. Dan sepanjang yg aku ingat, kau tak pernah banyak bicara. Hanya sedikit kata2mu yg dapat kuingat dan kukenang, itupun hanya kadang2 sekali.
Dan aku tak pernah pura2 bisa memahamimu, bapak. Lebih dari itu, aku menganggap perlu memahamimu. Kini, betapa inginnya aku bisa memahamimu, bisa dekat denganmu, sehingga bisa kucurahkan isi hatiku padamu tentang perasaanku. Dan bertanya padamu……
” Bagaimanakah kita hendak lari dari misteri hidup ini, Bapak?”
Tambah Usia, Bukan Tua
24 Maret 2009Catatan Kolor Ijo
Tulisan ini ditujukan bagi orang mulai memasuki usia senja. Namun, bagi
Anda yg masih muda, teruslah membaca artikel ini, karena Anda juga sedang menuju ‘tahun-tahun keemasan’ itu Baca tuluyan ieu tulisan »
18 Maret 2009
Oleh :A.N SUDARNA :
Barangkali orang hidup harus punya siasat. Begitulah kira – kira yg disampaikan seorang temanku di suatu malam. Ya, tak bisa kita pungkiri kata – kata itu. Tak pandai – pandai kita mensiasati hidup ini, kita akan tergelincir pada jurang – jurang kenistaan yg memabukkan.
Membacai koran – koran dan memandangi layar tv kita seakan diajak untuk melihat, mendengarkan, merasakan gambaran – gambaran sebuah kepedihan. Suatu gambaran yg kerap kali menghantui dan menakuti diri saya. Hidup seakan berjalan dengan dijejali berbagai macam hal dan juga peristiwa. Kesedihan semakin terasa. Hal – hal mengerikan hadir diantara kita. Kita berdoa dan kenyataan pahit ‘terpaksa’ kita terima bukan saja sebagai musibah tetapi juga sebagai bahan renungan. Sesuatu yg kurang menggembirakan memang. Dan hanya mereka yg mengalami yg tahu—bagaimana rasanya berdiri direruntuhan keajaiban tangan Yang Maha Kuasa. Tapi toh kita juga telah membayangkan kengerian yg dialami oleh mereka, saudara – saudara kita di palestina sana, bukan? Kita merasakannya walau tak mengalami. Kita membayangkan penderitaan yg sedang menguji mereka.
*Walah, kenapa kekejian israel itu belum jg berhenti di palestina sana? Korbannya bnyak warga sipil dan anak2…*
Begitulah pesan singkat yg masuk ke hp saya di suatu malam. Ya, seorang sahabat yg mengirimnya. Saya hanya berdoa mudah – mudahan hal buruk tak lagi terjadi dalam kehidupan ini.
*Lha, ya masa korbannya anak2 yg tak berdosa sech? Apa orang2 israel itu sudah tak punya hati…?*
pesan lainnya yg menyusul. Dan pesan – pesan lainnya, diantaranya dari mas adi sasono, mas edi dan lainnya.
Terima kasih ya mas, karena SMS dari kalian telah memberi inspirasi untuk menulis.
Dimuat ku lemburkuring2007
Dimuat ku lemburkuring2007
Dimuat ku lemburkuring2007 