Kebun Raya Kuningan

ADA harapan pembangunan Kebun Raya Kuningan di Desa Padabeunghar Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan secara nyata bisa terwujud. Pemerintah Kabupaten Kuningan kini sudah melaksanakan penyusunan masterplan Kebun Raya yang memiliki luas lahan 176 hektar tersebut.

“Rencana ini diharapkan bisa memetakan dengan baik alokasi sumber daya, para pelaku pembangunan, fungsi dan peranan para pihak sekaligus menjadi panduan bagi pengembangan kebun raya kedepan,” kata Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda.

Menurut Aang, penyusunan masterplan dan pembangunan Kebun Raya Kuningan merupakan kerjasama antar pemerintah Kabupaten Kuningan dengan multi pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun komponen masyarakat lainnya.

“Kebun Raya Kuningan merupakan gagasan pemkab Kuningan yang dimulai perintisannya sejak tahun 2005. Berbagai pihak telah berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan Kebun Raya ini,” jelasnya. .

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Kuningan mengharapkan dukungan dari Departemen PU dan LIPI seperti yang telah berjalan baik untuk terus meningkatkan akselerasi pembangunan Kebun Raya Kuningan.

“Perhatian dan dukungan dari Departemen PU dan LIPI terhadap pembangunan Kebun Raya telah diwujudkan salah satunya dengan penyusunan masterplan yang sekarang sedang disosialisasikan,” paparnya.

Dia menjelaskan, Kebun Raya Kuningan merupakan aspirasi seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan dan diharapkan menjadi pendukung bagi fungsi Kabupaten Kuningan sebagai daerah penyangga pusat pengembangan wilayah Cirebon.

Sementara itu, Saefudin, dari PT. Tata Guna Patria Jakarta pada Pemaparan dan Diskusi Masterplan Kebun Raya Kuningan, di Hotel Tirta Sanita, beberapa waktu lalu menyatakan, bahwa Kebun Raya Kuningan direncanakan atas dasar tema yang secara sinergis dirumuskan bersama sebagai karakteristik maupun kekhususan khas dari Kebun Raya yang ada di Indonesia bahkan yang di dunia.

Untuk mengaplikasikan masterplan Kebun Raya Kuningan membutuhkan peran pemerintah daerah dalam memotivasi seluruh stakeholders, sehingga kebun raya yang berdemensi waktu 15-20 tahun itu dapat secara riil terwujud.

Ada empat fungsi yang menjadi pilar penyangga Kebun Raya, yakni sebagai kawasan konservasi, kawasan pendidikan, kawasan jasa ilmiah dan kawasan rekreasi alam. Perumusan tema untuk Kebun Raya Kuningan yang berbasis pada konservasi adalah sangat sesuai untuk mengemban pilar tersebut.

Beradasarkan pengalaman Kebun Raya yang ada di Indonesia yang dikelola pemerintah seperti Kebun Raya yang ada di Bogor, Cibodas, Purwodadi, Bali serta mempertimbangkan referensi dari Kebun Raya yang ada di dunia, menunjukkan bahwa Kebun Raya merupakan warisan kekayaan bangsa yang perlu dilestarikan.

“Upaya pelestarian ini sungguh sangat sesuai dengan arah kedepan bagi Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi. Sebagai suatu pilihan strategis, peran konservasi ini diyakini akan memberikan nilai tambah dan sekaligus memicu fungsi komplementernya yang bersifat sosial, budaya dan ekonomi,” paparnya.

Selanjutnya dia mengatakan, bahwa besarnya keinginan masyarakat bersama dengan pemerintah daerah tentang perlunya Kebun Raya di daerahnya, memerlukan langkah strategis di tengah krisis finansial global yang memengaruhi Indonesia. Kerjasama antar pelaku (stakeholders) menjadi salah satu jawaban terhadap pentingnya konservasi ex- situ tumbuhan Indonesia yang secara otomatis terwadahi dalam Kebun Raya.

Untuk merubah tantangan sebagai peluang, perlu dicari terobosan yang cerdas supaya potensi Kebun Raya mampu memberikan inspirasi bahwa kecintaan pada alam sekaligus pada penciptanya merupakan energi positif dalam mengisi pembangunan yang mengutamakan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Membangun Kebun Raya adalah suatu komitmen pemerintah daerah termasuk masyarakatnya, akan menjadi penggerak utama keberlangsungan sebuah Kebun Raya. Untuk masa depan, Kebun Raya Kuningan perlu berorientasi pada upaya konservasi yang lebih luas (Integrated conservation) dimana faktor nilai tambah menjadi perekat empat ungsi tersebut.

Untuk mengarah pada perbaikan program reintroduksi endemik lokal dan tumbuhan Indonesia yang terancam kepunahan, Kebun Raya Kuningan perlu mengakomodasikan komponen-komponen seperti penyusunan rencana reintroduksi yang lebih komprehensif, membina hubungan kerjasama yang lebih baik dengan berbagai pihak pemegang otoritas kawasan konservasi ex-situ, serta pemilihan jenis-jenis tumbuhan yang perlu dan layak untuk segera direintroduksi.

Selain itu, dengan dilandasi oleh semangat kerjasama, Kebun Raya Kuningan perlu memperkuat kapasitas kelembagaan maupun potensi-potensi lain seperti pembiayaan maupun pemeliharaan. Dengan membuka luas keterlibatan para

pelaku di dalam maupun luar negeri, diyakini Kebun Raya Kuningan akan berkembang sesuai prinsif mutualistik, transparan dan legal.

“Meskipun tidak banyak referensi mengenai aspek kerakyatan dalam sistem perencanaan Kebun Raya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat nampak bergairah berpartisipasi sebagaimana terlihat pada usaha-usaha skala kecil di sekitar kebun raya yang ada,” jelasnya.

Menyinggung proses pembangunan sarana prasarana Kebun Raya yang mendukung terciptanya dampak yang kondusif bagi komponen-komponen perkembangan ekonomi rakyat, penyusunan masterplan Kebun Raya Kuningan perlu terkait dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Kondisi ini perlu diketengahkan karena selama ini hanya volume pendapatan dan belanja saja yang menjadi tolok ukur pengelolaan keuangan yang sehat.

Penyusunan masterplan Kebun Raya Kuningan diarahkan dapat menjamin keberlangsungan lingkungan usaha yang berkeadilan, disamping untuk memperluas ruang usaha yang kondusif bagi usaha kecil baik yang bersifat mendukung usaha atau fungsi utama maupun yang bersifat memberi pelayanan (service), juga memungkinkan terjadinya proses mobilisasi dana untuk mendukung program perlindungan sosial secara berkesinambungan bagi para pelaku ekonominya.

Selain itu memungkinkan kepada pihak pemerintah daerah untuk melakukan pembagian pendapatan (revenue sharing) yang memungkinkan pelaku ekonomi ditingkatkan pemerintahan pusat ataupun swasta dapat berperan serta dalam kepemilikan saham.

Selain itu pula penyusunan masterplan Kebun Raya Kuningan memungkinkan pihak masyarakat secara langsung terlibat dalam pengawasan terhadap pembangunan Kebun Raya Kuningan dan bilamana diperlukan dapat mengikutsertakan wakil rakyat untuk meningkatkan pengawasan bersama masyarakat.

“Kebun Raya Kuningan juga .memungkinkan terjadinya redistribusi lahan atau ruang kepada masyarakat yang menggantungkan kehidupannya di luar lokasi Kebun Raya, selain memungkinkan tumbuhnya usaha koperasi bagi masyarakat untuk meningkatkan perkembangan ekonomi lokal yang berskala usaha kecil seperti koperasi toserba, koperasi bibit unggul, koperasi kompos dan lain sebagainya. Tegas dia. (BC-99)
.

5 Balesan pikeun “Kebun Raya Kuningan”

  1. Tarlan Pok;

    Wilujeung teupang ti putra kampung Padabeunghar,ngiring bingah kana rencana PEMDA kuningan nu bade memberdayakan kawasan desa Padabeunghar janteun Kebon Raya,mugia ku ayana kebon raya sing janteun salah sahiji jalan kanggo perbaikan sareng pemberdayaan perekonomian khususnya kanggo wargi2 lembur abdi di Padabeunghar.
    Salah sahiji nu kedah janteun perhatosan sareng peryogi diuninga ku PEMDA khususnya nyaeta,hampir sadaya ti warga produktif wargi Padabeunghar nyaeta perantauan,janteun mugia Kebon Raya tiasa menarik minat wargi2 produktif desa Padabeunghar kembali sareng memberdayakan lemburna.
    Nu kadua sumbang saran ti abdi nyaeta pembukaan jalur daki ka gunung Ciremai lewat desa Padabeunghar supanteun janteun perhatosan supados langkung menarik minat para pendaki.
    Nu katilu akhir2 ieu wisata air janten trend di mana2,nah..peryogi di uninga oge khusunya ku PEMDA saleresna di desa padabeunghar aya hiji Jurug nu ceuk abdimah lumayan produktif mun dikelola sareng serius yaeta Curug Ci Guntur,mung akses ka lokasi nu sesah,
    Haturnuhun

    • MboelZ Pok;

      Abdi satuju kana pendapat saderek tarlan,tapi aya anu kedah langkung diperhatoskeun nyaeta ngenaan calon para pekerja nu bade damel di kebun raya, diusahakeun samaksimal mungkin memberdayakan warga satempat nu ngagaduhan “kapasitas” kanggo damel…… sabab di padabeunghar oge seer jalmi nu “ngartos” sareung pinter….

      • puter_sunda Pok;

        satuju kang….tong nepi kajadian deui aya perusahaan di padabeunghar tapi nu damelna seer jalmi luar desa………..kumaha atuh.

  2. ridwan Pok;

    sampurasun baraya sadaya…

    ngiring rembug pamakdosan ah…

    hatur punten wae ka sadaya anu uninga kana wilayah kuningan sareng sabudereunana…simkuring hoyong terang, ari anu direncanakeun janten kebon raya kuningan teh bates wilayahna mana-mana wae?
    teras….eta wilayah teh mangrupakeun wilayah hutan lindung, taman nasional atawa murni lokasi baru anu bade di janteunken kebun raya…

    hapunten pisan simkuring naros seueur soalna hoyong terang wae kana kondisi saenyana….

    hatur nuhun,

  3. uju juhana Pok;

    sebagai warga kuningan saya turut bangga mendengar kunìngan akan punya kebun raya.

Tinggalkeun Balesan