//
you're reading...
RAGAM INFORMASI

Hiasan dinding

sahri.JPG

Hiasan Dinding

 TAK seperti pemuda desa lainnya di Kabupaten Kuningan, yang kebanyakan mengadu nasib di kota besar, sebut saja Jakarta, Bandung, Bogor dan kota lainnya. Sahri (30) warga Desa Luragung Landeuh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, malah mengembangkan usaha di kampung halamnnya sendiri. Sementara, bidang usaha yang dia tekuni yakni menjual hiasan produksinya sendiri yang dia kerjakan sendi yang terletak di jalan raya Luragung-Cibingbin itu.Untuk membuat sanggar seni yang cukup sederhana itu  sudah menjadi cita-cita dia sejak 15 tahun lalu, namun baru sekarang harapan itu bisa terwujud setelah kurang lebih satu tahun lalu dia berhasil mendirikan sebuah kios berukuran  3 x 2,5 meter di lahan milik desa yang disewanya Rp. 100 ribu per tahun. Sementara untuk membangun kios tersebut dia memanfaatkan uang tabungan Rp. 800 ribu. Setiap hari pria yang mengaku hanya lulusan SD itu, mampu membuat 10 buah hiasan kupu-kupu. Dia menjual hiasan dinding kupu-kupu kepada konsumen yang kebetulan melewati jalur tersebut dengan harga Rp. 5000,- per buah. Selain membuat hiasan dinding kupu-kupu, dia juga menerima pesanan berupa patung kayu, patung beton, kolam hias, relief dan hiasan lainnya dengan harga antara Rp. 50 –100 ribu. *

 

 

 

About these ads

About lemburkuring2007

Urang Lembur Keur Diajar Ngolongan Kahirupan

Wangkongan

6 thoughts on “Hiasan dinding

  1. Wilujeng kang Sahri, mugi-mugi tambah maju usahana.

    Posted by Nn | 7 Oktober 2007, 1:56 am
  2. Waduh hebat ey aya urang lembur nu kreatip semoga tambah maju kang

    Posted by Acul78 | 9 Pébruari 2008, 10:43 pm
  3. wilujeng kang Sahri semoga makin sukses, seperti suksesnya kesebelasan
    sriwijaya fc (sfc) kebanggaan wong kito galo yang sukses mengagapai dua gelar

    “juara copa bersanding dengan juara liga jarum”

    Posted by U Syamsuha | 11 Pébruari 2008, 12:12 am
  4. Selamat kanggo Sriwijaya FC, biarpun liga dikita compang camping akibat ulah PSSI yang aneh seenaknya mengubah jadwal pertandingan, anehna deui pimpinanna anu terpidana teu diganti, heran…

    Bravo Sriwijaya FC!

    Posted by Nenen Gunadi | 11 Pébruari 2008, 12:15 am
  5. Teh teu kedah heran-heran emang di urang mah (indonesia) anu teu heran
    malah jadi heran anu heran malah ngajadi budaya, teuinglah asal muasalna
    kumaha ayeuna jadi rariweuh ,anu mudah dijadikeun susah anu susah jadi
    tambah susah.

    Teh Ne2n, terimakasih dari laskar wong kito.

    u.syamsuha/palembang

    Posted by U Syamsuha | 11 Pébruari 2008, 3:10 am
  6. walah… photo dmana eta kank?

    Posted by kank_ripay | 23 Juni 2009, 4:12 am

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s

Katagori

%d bloggers like this: