//
you're reading...
MAPAY LARATAN

Bewara

Hatur nuhun pangdedeulna.

About these ads

About lemburkuring2007

Urang Lembur Keur Diajar Ngolongan Kahirupan

Wangkongan

12 thoughts on “Bewara

  1. Liputan6.com, Jakarta:
    Jumlah penyu di Indonesia saat ini tinggal 10 persen, akibat perburuan yang tak kunjung henti. Padahal, hewan yang perkembangbiakannya sangat lambat ini termasuk ke dalam satwa yang dilindungi.

    Perairan Indonesia sangat kaya akan spesies ikan, reptil dan mamalia, seperti penyu salah satunya. Dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia, Indonesia memiliki enam jenis penyu yang terdiri dari penyu hijau, penyu lengkang, penyu tempayan, penyu belimbing, penyu pipih, dan penyu sisik dengan karapas atau batok kulitnya yang sangat indah.

    Perairan Sangalaki, Berau, Kalimantan Timur, merupakan salah satu habitat terbesar penyu-penyu di Asia. Namun, dalam 20 tahun terakhir jumlah penyu sudah jauh berkurang, bahkan hanya tersisa sekitar 10 persennya saja. Kesimpulannya, penyu-penyu itu sudah terancam punah.

    Karena nyaris punah, oleh pemerintah hewan ini kemudian dilindungi dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990. Badan Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam Internasional (IUCN) juga memasukkan penyu dalam daftar merah satwa yang sudah terancam punah. Alhasil, perburuan penyu, telur, dan memperdagangkan bagian-bagian penyu sama sekali dilarang.

    Tapi, di berbagai tempat, penyu ternyata masih diburu dan dibantai hingga detik ini. Di Bali, misalnya, pembantaian penyu paling marak terjadi di daerah Tanjung Benoa. Lembaga Penyelamat Satwa Pro-Fauna mencatat, puncak pembantaian penyu di Bali terjadi tahun 1999 hingga 2000, dimana 27 ribu penyu dibantai untuk dikonsumsi. Hewan ini dibunuh dan diambil dagingnya untuk disate. Banyak pula pedagang ilegal penyu berlindung di balik kepentingan upacara adat,

    Harga seekor penyu berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Dagingnya saja dijual seharga Rp 25 ribu per kilogram, sedangkan kulit yang sudah kering biasanya dijual mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Tidak heran jika populasi penyu dalam 10 tahun terakhir menurun drastis. Penyebabnya tak lain praktik perburuan liar dan kian rusaknya lingkungan pantai.

    Hasil investigasi Pro-Fauna menyebutkan, setiap tahun sekitar 1.000 ekor penyu dibantai di pesisir pantai Pulau Jawa. Satwa langka itu diawetkan, dimakan telur dan dagingnya, atau dicari karapasnya untuk bahan suvenir.

    Lihat saja di Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, jangan harap wisatawan bisa melihat penyu mendarat di tempat itu. Nelayan juga nyaris sudah tak pernah bisa lagi mendapatkan tangkapan penyu dari laut mereka. Padahal, 10 hingga 5 tahun lalu banyak dijumpai penyu sisik terjerat jaring nelayan tanpa sengaja. Tapi, kini penyu sepertinya benar-benar telah punah dari perairan Cilacap.

    Tidak sulit mencari penyebab hilangnya penyu-penyu dari perairan Cilacap. Pasalnya, daging dan telur satwa ini sudah dikonsumsi manusia. Sedangkan tubuh dan kulitnya diawetkan (opsetan). Di Cilacap, bisnis opsetan penyu pernah berjaya hingga awal tahun 2000. Dulu, para pengrajin setiap bulannya bisa menjual lebih dari 20 penyu opsetan. Harga seekor penyu sisik awetan bisa mencapai Rp 500 ribu.

    Tak hanya diawetkan, sejumlah warung juga masih berani menjual telur penyu secara terbuka kepada wisatawan. Di pantai Pangumbahan, Sukabumi, Jawa Barat, misalnya, setiap tahun ada ribuan ekor penyu yang mendarat dan bertelur. Pantai sepanjang tiga kilometer ini sudah terkenal sebagai daerah penetasan penyu sejak zaman Belanda. Pasirnya yang putih dan halus sangat disukai penyu-penyu.

    Sayangnya, telur penyu langsung dipanen para pemburu hanya berselang beberapa detik saja begitu telur diluarkan penyu dengan linangan air mata. Maklum, pemerintah daerah setempat membuat peraturan daerah yang membolehkan pengusaha memanen telur-telur itu atas nama konservasi. Ironisnya, telur-telur itu kemudian diperdagangkan secara terbuka di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi.

    Sementara di Yogyakarta, investigasi Tim Sigi mendapati sejumlah pengrajin masih memproduksi aneka suvenir dari karapas atau kulit penyu. Karapas-karapas ini didatangkan dari Bali dan Cilacap. Agar tidak terendus petugas, pengrajin hanya melayani pesanan dari pelanggan tetap dan tidak menjual bebas ke sembarang toko.

    Di tangan pengrajin, karapas disulap jadi suvenir antik. Mulai dari cincin, gelang, sisir, hingga kotak cincin. Suvenir ini dijual di sejumlah toko di Kota Gede dan Malioboro. Di sebuah toko kerajinan perak terkemuka yang letaknya tak jauh dari Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, suvenir berbahan karapas penyu masih ditawarkan kepada pengunjung.

    Investigasi Pro-Fauna di sepanjang Pantai Selatan Jawa menemukan, setidaknya ada enam lokasi yang masih aktif menjadi basis perdagangan penyu, baik dalam bentuk daging, telur, minyak, atau suvenir berbahan dasar karapas. Diperkirakan, di enam lokasi itu ada ribuan ekor penyu dibantai setiap tahun. Namun, perburuan penyu di Bali masih yang terbesar.

    Selain di perairan Jawa dan Bali, penyu dan telur-telurnya juga masih terus diburu manusia di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi. Di Tarakan, Kalimantan Timur, petugas BKSDA setempat belum lama ini berhasil menyita 300-an penyu awetan dari sebuah kapal yang dinakhodai seorang warga negara Cina, Wang Sue Cheng.

    Maraknya perdagangan ilegal penyu bukannya dibiarkan. Upaya menyelamatkan penyu dari pembantaian dan perdagangan gelap antardaerah dan antarnegara terus dilakukan banyak pihak. Namun, seiring dengan banyaknya permintaan, berbagai cara pun terus dilakukan pengusaha untuk mengelabui petugas.

    Di Bali, misalnya, banyaknya wisatawan yang tergiur dengan sate atau sop penyu, sehingga pasokan daging penyu ke daerah wisata ini masih menjadi yang terbesar. Dalam tiga tahun terakhir, tercatat ada 12 kapal yang tertangkap mengangkut penyu ke Bali.

    Ada berbagai modus penyelundupan penyu. Kalau sebelumnya penyu biasa dibawa hidup-hidup oleh nelayan, belakangan ini mereka lebih memilih membawanya dalam bentuk daging. Penyu-penyu dipotong di tengah laut, dagingnya dibagi-bagi dalam ukuran kecil sehingga petugas kesulitan mengidentifikasi.

    Perlindungan terhadap penyu memang sulit dilakukan. Alasannya, masih banyak pihak yang menggantungkan hidup dari eksploitasi penyu. Di Sukabumi, operasi terhadap pengusaha dan pedagang telur penyu sempat menuai sukses. Pengusaha telur penyu terbesar, Adang Gunawan dan sejumlah pengecer telur penyu menjadi tersangka. Namun, polisi setempat kemudian menghentikan penyidikan.

    Di Samarinda, Kalimantan Timur, lain lagi ceritanya. Pekan lalu, dua orang pedagang divonis bersalah pengadilan karena terbukti memperdagangkan telur penyu yang dilindungi undang-undang. Tapi, ironisnya, di sepanjang jalan kota ini, praktik perdagangan telur penyu masih berlanjut hingga kini.

    Di antara sejumlah kisah yang mengundang keprihatinan tersebut, kesadaran untuk melestarikan penyu dari ancaman kepunahan juga kian tumbuh. Di Pantai Kuta, Bali, misalnya, satuan tugas pantai yang dipimpin Gung Aji bahkan bisa menjadikan pelestarian penyu sebagai salah satu daya tarik wisatawan. Para turis dari berbagai negara diberi kesempatan ikut melepas anak penyu (tukik) ke laut. Turis yang tukiknya paling cepat menggapai air akan mendapat hadiah sebotol bir.

    Penyu adalah binatang purba yang perkembangbiakannya sangat lambat. Ia baru bereproduksi setelah berumur 30 tahun, atau sama dengan sepertiga dari umur rata-rata penyu. Tapi, dari setiap 1.000 tukik yang menetas, hanya ada satu yang akan hidup hingga dewasa. Maka, tak ada pilihan lain, kecuali menyelamatkan penyu dari kepunahan akibat predator paling berbahaya, yaitu manusia.(ADO/Tim Sigi SCTV)

    Posted by Nenendiantiny Gunadi | 15 Juli 2007, 4:41 pm
  2. http://www.tatar-kuningan.com, Served not found !

    Teu aya servisna kang Zoen, panginteun teu acan di published ?

    Posted by Nenendiantiny Gunadi | 15 Juli 2007, 4:43 pm
  3. mat, 27 Maret 2009 | 20:45 WIB

    JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga pukul 18.15, Jumat (27/3) petang tadi, jumlah korban yang dilaporkan hilang dan belum ditemukan masih 72 orang, sementara korban meninggal yang ditemukan 58 orang. Dengan demikian, total korban diperkirakan 130 orang.

    Demikian data yang diperoleh dari Posko Kepolisian Daerah Metro Jaya di STIE Ahmad Dahlan.

    “Itu data sementara hari ini, karena proses evakuasi sudah dihentikan untuk hari ini,” kata S Sutisna, petugas informasi Polda Metro Jaya di Posko STIE Ahmad Dahlan, Ciputat.

    Proses evakuasi dihentikan sementara hari ini karena kondisi gelap dan hujan. Pasalnya, aliran listrik di sekitar kampus STIE Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah Jakarta dimatikan mengingat air masih merendam puluhan rumah dan merusakkan beberapa kabel dan tiang listrik.

    Saat ini, beberapa tim SAR yang telah mengevakuasi korban seharian, sebagian telah pulang. Namun, beberapa posko bantuan masih terlihat membagikan makanan bagi pengungsi yang berada di lokasi.

    Hujan deras yang sempat mengguyur kawasan itu menjadikan jalanan menuju posko bantuan licin dan berlumpur. Namun, beberapa posko seperti PLN, PKS dan posko lainnya yang didirikan warga masih terus menyalurkan bantuan berupa makanan, minuman, dan selimut bagi para korban yang selamat serta petugas tim SAR atau Satkorlak yang bersiaga di lokasi.

    Posted by situ gintung tanggerang | 27 Maret 2009, 9:54 pm
  4. Heboh ramalan tahun 2012 sudah berlangsung lama, tetapi baru meluas sekitar 10 tahun terakhir. Penelitian tentang hal itu dilakukan banyak ahli dari berbagai bidang ilmu dan puluhan buku sudah diterbitkan.

    Observasi astronomi sangat akurat selama berabad-abad para astronom genius Maya memberi pertanda, tanggal 21/12/2012 akan menjadi kelahiran zaman baru. Masa itu paling sakral sekaligus paling berbahaya dalam sejarah Bumi.

    Menurut Laurence E Joseph dalam Apocalypse 2012, tanggal 21/12/2012 merupakan titik balik musim dingin tahunan ketika belahan Utara Bumi berada di titik terjauh dari Matahari sehingga siang sangat pendek.

    Pada tanggal itu, tata surya dengan Matahari sebagai pusatnya, seperti diyakini bangsa Maya, akan menutupi pemandangan pusat Bimasakti dari Bumi. Para astronom Maya Kuno menganggap titik pusat ini sebagai rahim Bimasakti. Keyakinan itu didukung banyak pembuktian para astronom kontemporer bahwa di situlah tempat terciptanya bintang-bintang galaksi.

    Saat ini, sejumlah lembaga penelitian ilmiah mengenai atmosfer, ruang angkasa, dan teknologi di Barat menduga ada lubang hitam tepat di pusat itu yang menyedot massa, energi, dan waktu, yang menjadi bahan baku penciptaan bintang masa depan.

    Untuk pertama kalinya dalam 26.000 tahun, energi yang mengalir ke Bumi dari titik pusat Bimasakti akan sangat terganggu pada 21/12/2012, tepatnya pukul 11.11 malam. Semua itu disebabkan guncangan kecil pada rotasi Bumi.

    Bangsa Maya yakin, sesingkat apa pun terputusnya pancaran dari pusat galaksi akan merusak keseimbangan mekanisme vital Bumi dan tubuh semua makhluk, termasuk manusia.

    Memaknai ramalan

    Ada yang menginterpretasikan 21/12/2012 sebagai ”kiamat”, tetapi banyak pula yang memaknainya secara kontemplatif.

    Pakar psikologi transpersonal dari AS, Dr Beth Hedva, yang ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu, mengibaratkan Ibu Bumi sudah sangat dekat waktunya melahirkan. Proses kelahiran tak hanya diiringi darah dan penderitaan, tetapi juga harapan dan janji.

    ”Selalu terjadi kontraksi,” ujar Beth Hedva. Wujudnya perang, kekejian, dan bencana akibat penghancuran lingkungan dan perusakan atmosfer Bumi—dampak kebencian dan keserakahan manusia—serta bencana yang disebabkan faktor manusia dan nonmanusia.

    Dalam antologi The Mystery 2012: Predictions, Prophecies & Possibilities (2007), ahli sistem komputer untuk ruang angkasa yang menjembatani ilmu pengetahuan dan spiritualitas, Gregg Braden, menyatakan, yang terpenting bukan apa yang akan terjadi, tetapi bagaimana potensi kolektif muncul dari pemahaman holistik dan kesadaran tentang siapa diri kita di tengah Semesta Raya.

    Ahli fisika biologi dan ahli kanker pada Organisasi Kesehatan Dunia, Carl Johan Calleman, peneliti Kalender Maya, mengingatkan pada transformasi kesadaran manusia.

    Robert K Stiler, Direktur Program Kajian Amerika Latin Universitas Stetson di DeLand, Florida, AS, menambahkan, ”Apa pun maknanya, bangsa Maya mengajak kita merengkuh hidup berkualitas dan kesehatan planet Bumi.”

    Tahun 2012 adalah tahun berjaga dengan menyadari teknologi saja tak menjamin keberlangsungan Bumi. Begitu diingatkan José Argüelles, PhD, ahli Kalender Maya dan pakar sejarah seni dan estetika dari Universitas Chicago.

    ”Kalau kita tidak berjaga, planet Bumi akan hancur secara alamiah karena sekarang sudah jauh dari seimbang,” ia menambahkan. ”Pikiran manusia secara massal dikontrol dan dimanipulasi pemerintah dan institusi-institusi yang menjadi faktor kunci kehidupan modern.”

    Christine Page, dokter medis, ahli homeopati dan kesehatan holistik, menjelaskan, tanggapan pada zaman baru sangat tergantung pada kemampuan memahami kesalingterkaitan dan menghargai Ibu Bumi. ”Alam dan semua makhluk hidup di Bumi adalah bagian diri kita yang harus diperlakukan penuh martabat, penghargaan, dan cinta,” ujarnya.

    Jadi, pilihan ada di tangan manusia: membiarkan planet Bumi hancur atau melanjutkan evolusinya. Mari kita renungkan….

    Posted by 2012 masa paling sakral | 27 Maret 2009, 10:17 pm
    • Akang-akang sareng teteh-teteh tong sok langsung percaya kana ramalan ah, dosa hukumnya miheulaan takdir ALLAH. Nu penting urang tingkatkeun bae taqwa ka ALLAH SWT ku sabab tanda2 kiamat tos caket.
      Kapungkur abdi gaduh ramalan kenging ti internet, cenah bulan 18 januari 09 di jepang bade aya gempa hebat di barengan sunami nu bakal makan korban ratusan rebu tapi nyatanya teu aya nanaon geuning.
      Nu paling ngerti tentang nu gaib ngan ukur ALLAH SWT.

      By. KURMAN
      Urang Cikondang Kec.Ciniru Kab.Kuningan

      Posted by Aa | 4 Méi 2009, 8:55 pm
  5. Indonesi lagi di coba lagi terutama di daerah Jakarta, dengan adanya tragedi Situ Gintung yang merengut nyawa manusia dan harta benda.

    Posted by Ichart R | 28 Maret 2009, 12:25 am
  6. tong boro2 jalma biasa rosul oge teu dipasihan apal. urangmah sing jongjonwe ibadah, jongjon tuang, oge jongjon fecebookan he he he

    Posted by dmi McCute | 17 Nopémber 2009, 9:09 pm
  7. BEWARA , kasadaya wargi LEMBUR KURING, hayu urang raketkeun tali wargi urang , kaleresan LEMBUR KURING bade ngayakeun deui riungan , pami teu aya wagelan ,acara riungan ieu bade di ayakeun kaping 20 Mei 2010, dinten Jum’at pasisiang, ( saparantosna Sholat Jum’at )di antos pendaftaran na, di LK. Hatur nuhun.

    Posted by mamanwahyu | 18 Maret 2010, 8:01 am
  8. 20 Mei 2010 Mah dinten Kemis sanes kang Maman? dimana ngempelna, sae namah kaping 28 Mei 2010 tah aya libur dinten Jum’atna teh ( long weekend sakantenan )

    Posted by didi tarsidi | 18 Maret 2010, 1:07 pm
  9. RALAT, Punten pisan kang lepat ketik ,leres nu di maksad ku abdi oge ping 28 MEI 2010, Hatur nuhun kana info na na kang Tarsidi. Oge kang Tar, kumshs bsde ngiringan acara ieu ? di antos kasumpingan na kang, nuhun.

    Posted by mamanwahyu | 18 Maret 2010, 5:14 pm
  10. Enya, ping 28 wae yu ah..!

    Posted by lemburkuring2007 | 18 Maret 2010, 5:23 pm
  11. Kang Zoen sok atuh bewarakeun nu RESMI supados pada ngiringan. Prung AH…..

    Posted by mamanwahyu | 19 Maret 2010, 3:52 pm

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s

Katagori

%d bloggers like this: